Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf. (Foto: Dok. PKS)

Politik

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

MINGGU, 10 MEI 2026 | 18:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa partainya berkomitmen melahirkan pemimpin bangsa yang tidak hanya visioner, tetapi memiliki akar spiritualitas kuat.

Pesan tersebut disampaikan Almuzzammil saat acara Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) di Kantor DPTP PKS, Jakarta. Ia mengambil filosofi dari Surah Al-Kahfi, bahwa kunci keberhasilan pemuda dalam sejarah selalu bersandar pada aspek keimanan.

"Kepemudaan dalam Surah Al-Kahfi dinisbatkan pada iman. Itu menjadi kunci mukjizat yang Allah turunkan kepada mereka," ujar Almuzzammil dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 10 Mei 2026.


Ia mengingatkan para kader muda PKS agar tidak bermimpi mencetak sejarah besar jika tidak memiliki pondasi iman yang kokoh di dalam dada. Baginya, APMI adalah kawah candradimuka untuk membentuk pemimpin yang "berakar", bukan pemimpin yang "melayang".

"Jangan berpikir ingin menggores tinta sejarah tanpa menancapkan iman di dada sebagai ruh perjuangan. Jadilah pemimpin yang kuat spiritualitas dan visioner," tegasnya.

Politisi senior PKS ini juga menekankan bahwa program APMI adalah bukti nyata bahwa PKS memiliki orientasi jangka panjang bagi bangsa, bukan sekadar syahwat politik lima tahunan.

"APMI adalah simbol dan peneguhan sikap bahwa PKS ingin melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, bukan sekadar memenangkan kursi dan kepentingan elektoral," imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi menyatakan bahwa tugas utama partai politik adalah melakukan regenerasi kepemimpinan secara terukur.

Menurut Aang, kader muda PKS harus selalu dalam posisi siap sedia, karena momentum kepemimpinan bisa datang kapan saja, baik dalam situasi normal maupun krisis.

"Akan lebih baik jika kita sudah siap meskipun kesempatan itu belum datang. Karena itu, kader muda PKS harus terus menyiapkan diri dengan kapasitas yang dimiliki," kata Aang.

Ia pun berharap APMI tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi gerakan yang masif di seluruh Indonesia untuk mencetak pemimpin yang berpihak pada rakyat.

"APMI bukan sekadar program atau launching semata, tetapi sebuah gerakan. Kami berharap semangat ini menyebar ke seluruh negeri," tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya