Berita

Ambulans mengantarkan korban keracunan dalam acara media gathering di Banyuwangi/Net

Presisi

Selidiki Penyebab Keracunan, Polresta Banyuwangi Uji Sampel Makanan dan Muntahan di Laboratorium Forensik

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 16:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Usai puluhan wartawan menjadi korban keracunan, Tim Inafis dan Dokkes Polresta Banyuwangi akan menguji sampel makanan sampai muntahan peserta media gathering bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja mengaku telah menurunkan Tim Inafis dan Dokkes, tim penyidik, serta tim dari Polsek Kalipuro untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kita sudah dapat sampel muntahan dari salah satu korban, nanti kita bawa ke Labfor Bondowoso. Semuanya nanti berangkat dari hasil labfor itu,” ucapnya, saat ditemui di kantornya, seperti diwartakan Kantor Berita RMOLJatim, Senin (12/12).


Berdasarkan hasil identifikasi sementara, terdapat 33 orang yang menjadi korban keracunan usai dinner di Hotel Ketapang Indah.

“Jadi 15 orang masih di rumah sakit, 5 sudah boleh pulang, dan 10 masih diobservasi, dan sebagian yang tidak terlalu berat masih ada di hotel,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim untuk melakukan penelitian epidemiologi. Nanti, beberapa sampel akan diuji di laboratorium RSUD Blambangan.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan. Baik akibat kandungan makanan, bisa dari air, atau diakibatkan cara pengolahannya yang kurang higienis.

“Yang di lab nanti juga alat-alat makanannya atau makanannya yang bisa jadi terkontaminasi,” sebutnya.

Berdasar informasi yang diterimanya, sebelum peserta media gathering kembali ke Hotel Ketapang Indah dan dinner di tempat itu, beberapa orang ada yang mengalami mual, muntah, dan diare.

“Sebelum makan di sini itu makan di Alas Purwo, ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan juga investigasi di sana,” cetusnya.

Adapun untuk efek dari makanan yang dapat meracuni seseorang, tergantung dari kondisi fisiknya.

“Kalau makannya di Alas Purwo berarti sekitar 5-6 jam, karena tadi malam sudah mulai ada gejala sampai yang terakhir siang ini, ini masih kita periksa juga,” papar Amir.

Plt Kadinkes itu menambahkan, dari kasus ini ada dua kemungkinan terjadinya keracunan terhadap puluhan peserta tersebut.  Yaitu keracunan makanan waktu makan siang di Alas Purwo atau di Hotel Ketapang Indah.

“Ada dua kemungkinan, di sana atau di sini,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya