Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan/Net

Publika

Luhut dan Mitos Investasi Asing

KAMIS, 01 DESEMBER 2022 | 11:52 WIB | OLEH: FARID GABAN

MENTERI Investasi Luhut Panjaitan, tangan kanan Presiden Jokowi, pekan ini menyatakan siap pasang badan untuk membela investasi asing.

Luhut bahkan bersumpah akan mem-buldozer siapa saja yang mempersulit investasi.

Bagi Luhut, pensiunan tentara, soal investasi adalah soal hidup-mati.


"To kill or to be killed," kata dia.

Pernyataan Luhut ini, menurut saya, sangat berbahaya.

Yang paling dekat, itu akan menjadi pembenaran bagi para aparat negara, khususnya polisi dan tentara, untuk menindas suara protes terhadap dampak investasi.

Pernyataan itu juga memperkuat ancaman sebelumnya oleh Presiden Jokowi sendiri yang mengatakan akan mencopot kapolda yang tidak mendukung investasi.

Dalam jangka pendek, dampak pernyataan-pernyataan seperti itu akan mempersempit ruang partisipasi dan aspirasi publik. Akan memberangus demokrasi lebih jauh sekaligus menyeret kita kembali ke era Orde Baru sepenuhnya.

Dalam jangka panjang, baik pernyataan Luhut maupun Jokowi, punya bahaya yang lebih mendalam dan merusak dalam cara pikir publik maupun penyelenggara pemerintahan.

Pernyataan mereka mendorong kita untuk menyembah investasi (asing) secara berlebihan, seolah itu niscaya bagi kesejahteraan negeri ini.

Studi kritis terhadap dampak investasi asing sudah banyak dilakukan. Berkebalikan dari anggapan umum, investasi bisa merusak negara dan bangsa.

Investasi akan mendorong ketergantungan. Di lain pihak, untuk memikat investasi pemerintah melonggarkan aturan perlindungan alam dan sosial. Bencana lingkungan dan krisis sosial potensial mengancam.

Saya menyarankan agar Pak Luhut serta para menteri untuk membaca kajian empiris di bawah ini, tentang dampak investasi, sebelum memaksa publik menyembah investasi.

Tim Ekspedisi Indonesia Baru

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya