Berita

Diskusi bertajuk "Media Sosial Untuk Optimalisasi Tingkat Partisipasi Pemilih Millenial", di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI./RMOL

Politik

Target 81 Persen Partisipasi Masyarakat di Pemilu 2024, KPU: Masih ada "PR" di Generasi Milenial

JUMAT, 25 NOVEMBER 2022 | 21:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Target partisipasi masyarakat pada Pemilu Serentak 2024 telah dipatok lebih tinggi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ketimbang tahun pemilu sebelumnya.

Anggota KPU RI, August Mellaz menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bertajuk "Media Sosial Untuk Optimalisasi Tingkat Partisipasi Pemilih Millenial", di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).

"Orientasi kita terhadap target partispasi 81 persen," ujar Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU RI ini.


Namun Mellaz menerangkan, terdapat tantangan yang dihadapi KPU RI untuk mencapai target itu. Salah satunya adalah untuk menarik kelompok pemilih milenial bisa berpartispasi aktif dalam hari h pencoblosan Pemilu Serentak 2024 nanti.

Tantangan tersebut, diurai mantan Direktur Eksekutif Sindakasi Pemilu dan Demokrasi ini, salah satunya bisa tergambar dari hasil penelitian KPU Provinsi Bali bekerjasama dengan Universitas Udayana.

"Jadi ada beberapa data yang menurut saya perlu dicerna dengan baik oleh KPU, soal bagaimana dia mendapat informasi dengan segala kompleksitasnya," sambungnya menegaskan.

Dari hasil kajian tersebut, Mellaz menyampaikan, saat ini pemilih milenial seperti yang masuk kategori generasi Z memiliki kecenderungan yang berbeda dalam memperoleh informasi.

"Ternyata masih ada semacam piramida informasi. Misalnya, generasi Z akan segera mengakses informasi dari medsos," jelasnya.

Tak hanya itu, generasi milenial juga memiliki kecenderungan tidak bisa mencerna informasi untuk mencapai kesimpulan benar ataupun salah, dan kemudian bisa teraktual dalam bentuk tindakan.

"Jadi asumsinya kalau informasi itu berasal dari KPU dan medsosnya KPU, itu akan segera (diakses). Tetapi itupun juga tidak akan diberikan segera legitimasinya oleh generasi Z, ketika belum muncul di media mainstream," urai Mellaz mencontohkan.

"Mereka melihat itu, 'oh iya informasi', tapi belum dapat legitimasi kalau dia tidak keluar (sebagai berita) dari media mainstream. Kalau pun keluar dari media mainstream itu hanya mengkonfirmasi, 'oh iya berarti ini official ini', tapi tidak segera dicerna sebagai suatu kebenaran," tambahnya menjelaskan.

Maka dari itu, Mellaz memandang perihal perkembangan media digital dalam kaitannya dengan cara kaum milenial memperoleh informasi sebagai satu hal yang perlu ditaktisi KPU, guna meningkatkan partisipasi pemilih.

"Karena pada saat itu dia (kaum milenial) konsumsi informasinya lihat gadget. Ini problem perilaku yang suka tidak suka, KPU harus mengunyahnya dengan baik," demikian Mellaz menambahkan. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya