Berita

Jake Sullivan/Net

Dunia

AS Janji akan Memberi Pengarahan Singkat ke Taiwan Usai Pertemuan Biden dan Xi di Bali

SABTU, 12 NOVEMBER 2022 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak Amerika Serikat memastikan bahwa Taiwan akan mendapat informasi dari hasil rencana pertemuan antara Presiden Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia.

Hal itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

“Kami akan memiliki kesempatan, sebagai pemerintahan, untuk memberi tahu Taiwan tentang hasil pertemuan itu,” kata Sullivan dalam jumpa pers, merujuk pada pembicaraan yang dijadwalkan antara Biden dan Xi pada Senin (14/11).


“Saya yakin bahwa mereka (Taiwan) akan merasa sangat aman dan nyaman di posisi Amerika Serikat dalam hal dukungan kami untuk perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan komitmen kami terhadap Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang memang mengikat Amerika Serikat," ujarnya.

Sullivan mengatakan, rencana pertemuan langsung Biden dan Xi akan memberikan kesempatan bagi Washington dan Beijing untuk lebih memahami prioritas dan niat satu sama lain, untuk mengatasi perbedaan, dan untuk mengidentifikasi area di mana kedua negara bisa bekerja sama.

"Biden akan langsung dan terus terang dengan Xi selama diskusi mereka," katanya.

Saat bertemu Xi, Biden diperkirakan akan menyentuh aktivitas militer China yang mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, pelanggaran hak asasi manusia, ancaman nuklir Korea Utara, dan krisis Ukraina.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa pengarahan seperti itu oleh AS akan bertentangan dengan janji AS untuk mempertahankan kontak tidak resmi dengan negara tersebut.

“Ini sangat mengerikan di alam. China dengan tegas menentangnya,” kata Zhao tak lama setelah kementerian mengumumkan bahwa Xi akan bertemu Biden, dan juga menghadiri pertemuan G20 dan KTT APEC minggu depan.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya