Berita

Humvee/Net

Dunia

Lawan Rusia, Pentagon Rilis Rincian Bantuan Militer untuk Ukraina

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 12:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rincian pasokan artileri terbaru dari AS yang dikirim ke Ukraina untuk melawan Rusia diungkapkan Pentagon pada Kamis (10/11) waktu setempat.

Batch terbaru bantuan militer AS ke Ukraina sebagian besar terdiri dari amunisi artileri dan rudal pertahanan udara jarak pendek, yang diharapkan mampu membantu Kyiv melawan serangan pesawat tak berawak Rusia terhadap infrastruktur penting mereka.

"Militer Ukraina akan mendapatkan 21.000 peluru artileri 155mm, serta 500 peluru Excalibur berpemandu presisi, dan 10.000 peluru untuk mortir berat 120mm, di samping jumlah amunisi yang tidak ditentukan untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi yang dipasok AS ( HIMARS)," kata Pentagon, seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/11).


Selain itu, Washington juga telah menjanjikan empat kendaraan pertahanan udara Avenger, yang pada dasarnya adalah Humvee yang dilengkapi dengan empat peluncur untuk rudal portabel manusia Stinger.

Juga akan ada sejumlah rudal Hawk yang dirahasiakan untuk kendaraan pertahanan udara lapangan era 1950-an.

Di antara peralatan yang tercantum dalam pernyataan Kamis ada juga 100 Humvee tambahan, 400 peluncur granat, sejumlah senjata kecil yang tidak ditentukan dan dua puluh juta butir amunisi untuk mereka, peralatan pembongkaran untuk pembersihan rintangan dan perlengkapan cuaca dingin.

Menurut Pentagon, ini adalah “penarikan” ke-25 dari persediaan militer AS sejak Agustus 2021 – enam bulan sebelum operasi Rusia di Ukraina dimulai pada Februari.

Washington mengatakan telah memberikan lebih dari 21,4 miliar dolar AS bantuan militer ke Ukraina sejak 2014, ketika kudeta yang didukung Amerika di Kyiv menggulingkan pemerintah terpilih dan memicu konflik atas Krimea dan Donbass.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya