Berita

Dunia

Warga Niger Sambut Keputusan Prancis Akhiri Operasi Anti Jihadis Barkhane

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 09:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Prancis untuk mengakhiri operasi militer anti-jihadis Barkhane mendapat reaksi beragam dari penduduk di Niamey, ibu kota Niger.

Menyambut keputusan Prancis yang diumumkan Kamis (10/11), kepala LSM pan-Afrika di Niger, Seydou Abdoulaye, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Operasi Barkhane adalah kekuatan yang menjadi akar munculnya terorisme di Sahel sehingga itu tidak bisa menjadi solusi.

“Kami telah mengatakan secara hitam dan putih bahwa kami tidak membutuhkan kehadiran pasukan Barkhane Prancis di Niger," katanya, seperti dikutip dari Africa News, Jumat (11/11).


"Karena itu adalah kekuatan yang menjadi akar terorisme di Sahel, itu adalah akar masalahnya, tidak bisa menjadi solusi dan bertanggung jawab atas masalah tersebut," lanjutnya.

Beberapa tokoh masyarakat sipil dan politisi oposisi juga menyambut baik langkah tersebut.

Keberangkatan tentara Prancis sendiri sudah dituntut melalui demonstrasi dan disertai ultimatum dari Gerakan M62. Tapi LSM Tournons la page percaya bahwa ini hanya perubahan strategi dari pihak berwenang Prancis.

"Mereka (tentara Barkhane) dapat dipindahkan ke Satuan Tugas Takuba, mereka bisa saja memiliki nama baru, operasi baru di Sahel, sehingga tidak mengubah apa pun" kata Maikoul Zodi, koordinator LSM.

"Bagi kami masih tentara yang sama yang ada di sana, pangkalan yang sama yang akan ada di sana, kami tidak menginginkan pangkalan ini karena sampai sekarang kami belum mendapatkan hasil yang meyakinkan," kata Zodi.

"Kami bertanya-tanya mengapa mereka bersikeras tinggal di Sahel," ujarnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya