Berita

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie/Net

Politik

Prabowo Jangan Sampai Termakan Angin Surga Dari Jokowi

KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 | 13:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Presiden Joko Widodo kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang bilang 2024 adalah jatahnya Menteri Pertahanan itu untuk menjadi Presiden RI dianggap hanya sebagai angin surga belaka.

Analisis tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/11).

Jerry menilai, Jokowi beberapa kali menyampaikan hal serupa kepada beberapa tokoh yang digadang-gadang bakal maju di perhelatan Pilpres 2024 mendatang.


"Dia juga bilang dukung seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir sampai Airlangga. Kini Prabowo, dia berikan angin surga yang sama," ujar Jerry.

Dari gelagat Jokowi, Jerry justru melihat Jokowi memiliki kecenderungan mendukung hanya satu tokoh yang memang memiliki karakteristik kepemimpinan sama dengan dirinya.

"Jagoannya bukan Prabowo tapi Ganjar Pranowo," sambungnya menegaskan.

Oleh karena itu, Jerry mewanti-wanti Prabowo untuk berhati-hati dengan bahasa politik Jokowi. Sebab, dia tak melihat ada konsistensi dari mantan Walikota Solo itu dalam hal politik.

"Jokowi pemimpin tipikal pragmatis, skeptis, apatis, plin-plan dan tak punya komitmen. Apa yamg dikatakan semua dilanggar atau ditubruk dirinya sendiri," tuturnya.

"Contohnya, mulai tak akan impor, produksi mobil Esemka, sampai anaknya tak terjun dunia politik. Semua itu bertolak belakang," demikian Jerry menambahkan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya