Berita

Presiden Prancis Emmanuele Macron menyampaikan pidato tentang strategi pertahanan di kapal induk helikopter amfibi 'Dixmude' yang berlabuh di Toulon, 9 November 2022/Net

Dunia

Prancis Resmi Akhiri Misi Anti-jihadis Barkhane di Afrika

KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 | 09:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Prancis secara resmi mengumumkan berakhirnya misi anti-jihadis Barkhane di Afrika. Hal itu diumumkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (9/11) waktu setempat.

Dalam pernyataannya Macron mengatakan negaranya akan mengganti misi dengan menerapkan strategi baru dengan mitra Afrika.

“Saya telah memutuskan, dalam koordinasi dengan mitra kami, untuk meresmikan hari ini akhir dari operasi Barkhane,” kata Macron dalam pidato utama tentang kebijakan militer kepada para jenderal dan diplomat tinggi di atas pangkalan angkatan laut kapal induk Mediterania di Toulon, seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/11).


"Langkah itu adalah konsekuensi dari apa yang telah kami alami dalam beberapa bulan terakhir, dan strategi baru akan dilakukan dalam setengah tahun ke depan," tambahnya.

"Dukungan militer kami untuk negara-negara Afrika akan terus berlanjut, tetapi menurut prinsip-prinsip baru yang telah kami tetapkan bersama mereka," lanjut Macron.

Dia mengatakan bahwa strategi masa depan akan didasarkan pada kerjasama yang jauh lebih dekat dengan tentara Afrika untuk membuat penempatan Prancis sendiri lebih ringan dan lebih dinamis.

Macron sebelumnya menarik pasukan dari Mali tahun ini ketika hubungan memburuk dengan penguasa militer negara itu.

Sekitar 3.000 tentara Prancis tetap berada di Burkina Faso, Chad dan Niger. Tidak ada rencana segera untuk pengurangan jumlah.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya