Berita

Ilustrasi PPP/Net

Publika

Salah Pilih Capres, PPP Terancam Terkubur

OLEH: TONY ROSYID*
SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 22:04 WIB

KISRUH PPP terus berlanjut. Gara-garanya cuma karena beda dukungan di Pilpres 2024. Pemilih PPP umumnya dukung Anies. Sementara DPP PPP berupaya tidak ke Anies. Suharso Monoarfa, ketua umum PPP sebelumnya dianggap tidak tegas untuk halangi dukungan kader PPP ke Anies.

Suharso diyakini masih terus mengakomodir aspirasi arus bawah ke Anies. Akibatnya, Suharso dikudeta. Mardianto menggantikan Suharso sebagai Plt Ketum PPP. Surat dari Menkumham segera turun sebelum Suharso sempat melakukan gugatan.

Wantimpres Jokowi ini berupaya menjauhkan PPP dari Anies. Tampak ia bergerilya untuk mendorong DPC-DPC PPP dukung Ganjar Pranowo. Semua orang tahu, Ganjar adalah calonnya Jokowi.
Sebagian DPC PPP telah deklarasi Anies. Sebagian yang lain deklarasi Ganjar. Sementara Pemuda Ka'bah, ormas underbow PPP tetap kekeuh dukung Anies.

Sebagian DPC PPP telah deklarasi Anies. Sebagian yang lain deklarasi Ganjar. Sementara Pemuda Ka'bah, ormas underbow PPP tetap kekeuh dukung Anies.

Belakangan muncul Forum Ka'bah Membangun (FKM) yang diprakarsai oleh mantan bendahara umum PPP Habil Marati yang menampung para kader PPP dan simpatisannya untuk mendukung dan deklarasikan Anies.

Pemilu 2019, suara PPP mengecil. Tercatar 20 kursi di DPR hilang. Hanya tinggal 19 kursi. Penyebab utamanya karena PPP tidak aspiratif terhadap para kader dan pemilihnya.
Hal yang sama sepertinya akan terulang di Pemilu 2024. PPP tidak aspiratif terhadap konstituennya.

Para analisis politik melihat PPP sedang berjalan ke alam kuburnya. Situasi seperti ini akan menyulitkan PPP untuk recovery. Bahkan bertahan dengan elektabilitas 4,52 saja akan sangat berat.

Kondisi PPP saat ini nampak lebih parah dari Pemilu 2019. Artinya, besar kemungkinan PPP tidak akan memiliki anggota DPR lagi di Senayan pasca 2024. Perolehan suaranya kurang dari 4 persen. Tidak memenuhi syarat parliamentary Threshold.

Siapa yang bertanggung jawab dan layak disalahkan? Tentu semua kader akan menyalahkan plt ketua umumnya. Ia dianggap paling bertanggung jawab atas berakhirnya sejarah PPP.

Hanya satu cara menyelamatkan PPP. Apa itu? Akomodir aspirasi konstituen yang menginginkan Anies presiden. Artinya, PPP mesti ikut usung Anies nyapres di 2024. Tentu, pilihan ini akan memaksa PPP berhadap-hadapan dengan istana yang menginginkan Ganjar dicalonkan oleh PPP dan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) lainnya.

Jika Anies tidak nyapres, PPP ada peluang selamat. Tapi, jika Anies nyapres dan PPP berada di luar gerbong Anies, maka sejarah besar kemungkinan akan mengubur partai berlambang Ka'bah ini. Disadari atau tidak, kemungkinan ini yang akan terjadi.

*Penulis adalah pemerhati politik

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya