Berita

Inspektur Jenderal Kemenag RI, Faisal (tengah)/Net

Politik

Tutup Ruang Intoleransi, Irjen Kemenag Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama

RABU, 05 OKTOBER 2022 | 16:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tidak ada toleransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kementerian Agama (Kemenag) yang memiliki sikap intoleran dan berpaham ekstrem.

Penegasan tersebut disampaikan Inspektur Jenderal Kemenag RI, Faisal saat menyelenggarakan Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Inspektorat Jenderal Tahap III di Hotel Onih, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/10).

"Ini merupakan tugas kita sebagai pengawasan, yaitu terus mengawal program prioritas Kemenag berupa penguatan moderasi beragama. Maka, auditor harus memahami apa itu moderasi beragama," kata Faisal.


Dikatakan Faisal, auditor Inspektorat Jenderal harus mampu menjadi evaluator dalam kegiatan penguatan moderasi beragama. Termasuk memberikan sudut pandang kepada pimpinan terkait kebijakan yang dikeluarkan.

"Apakah kebijakannya sudah baik, apa proses bisnisnya sudah memadai, dan memberikan sumbang saran untuk menyempurnakan program ini," tambahnya.

Hal itu penting karena jika Inspektorat Jenderal sudah memahami konsep moderasi berama, maka tidak akan ada ujaran kebencian yang dilakukan ASN Kemenag.

"Karena Itjen hadir sebagai pelopor toleransi untuk mewujudkan moderasi beragama," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya