Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Khawatir Picu Kontroversi, SIGAP Nagan Raya Tolak Perempuan Jadi Pj Bupati

SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 09:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wacana penunjukkan Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya dari kalangan perempuan mendapat penolakan dari Yayasan Solidaritas Generasi Aceh Perubahan (SIGAP) Nagan Raya. Alasannya, hal ini masih jadi kontroversi dalam perkara syariah Islam yang berlaku, khususnya Aceh.

"Kita takutkan juga terjadi gejolak di tengah masyarakat, dan menyalahi etika atau kebiasaan masyarakat di Nagan Raya," ucap Ketua Pengurus Daerah (DPD) SIGAP Nagan Raya, Mukhtar, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLAceh, Senin (3/10).

Karena itu, Mukhtar meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memperhatikan gejolak penolakan yang digaungkan masyarakat setempat. Jika tidak, dikhawatirkan akan mencederai persatuan dan kesatuan masyarakat.


"Pak Mendagri harus cermat melihat gejala yang berpeluang terjadi di Nagan Raya," kata dia.

"Apalagi dengan teungku-teungku dayah yang memegang kuat dalil tidak bolehnya perempuan jadi pemimpin," tegasnya.

Menurut Mukhtar, jika Mendagri menunjuk usulan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya perempuan bukan menimbulkan kebaikan. Justru akan melahirkan keburukan.

"Karena salah satunya tidak didukung oleh kebanyakan ulama," ujar Mukhtar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya