Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

Lebih Independen, Jokowi Disarankan Pilih Calon Pj Gubernur DKI Usulan Kemendagri

SABTU, 17 SEPTEMBER 2022 | 01:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Joko Widodo diharapkan memilih Penjabat Gubernur DKI Jakarta yang independen, berkualitas, dan tidak berafiliasi dengan partai politik.

Demikian penegasan Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah alias Rian, dalam keterangannya, Jumat (16/9).

"Kandidat Pj Gubernur yang dipilih sebaiknya dari Kemendagri, lebih berpengalaman, netral dan tidak main-main politik," kata Rian, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.


DPRD DKI Jakarta telah sepakat mengusulkan tiga nama sebagai calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI untuk menggantikan Anies Baswedan yang masa jabatannya habis pada 16 Oktober 2022 nanti.

Tiga nama tersebut adalah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marullah Matali, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar.

Seluruh nama tersebut sudah dikirim ke Kemendagri dan akan menjadi pertimbangan Presiden Joko Widodo dalam menentukan Pj Gubernur yang akan menjabat sampai 2024 mendatang.

"Heru yang pernah menjabat Walikota Jakut sudah sejak 2021 didorong oleh PDIP. Lalu, Marullah kabarnya saat ini sedang gerilya untuk mencari celah untuk bisa menduduki posisi Pj Gubernur DKI," papar Rian.

Rian mencontohkan saat Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017.

"Saat menggantikan Ahok, Plt Gubernur dari Kemendagri yakni Pak Soni cukup bagus dan independen," kata Rian.

Di sisi lain, Bahtiar yang pernah menjabat Pjs Gubernur Kepulauan Riau pada 2000 lalu mampu meninggalkan jejak yang bagus di sana.

"Ingat Pj Gubernur DKI akan mengelola APBD hingga Rp 90 triliun, jadi jangan asal pilih karena kepentingan politik sesaat," demikian Rian.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya