Berita

Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi/RMOL

Politik

PPP Bantah Istana Terlibat Gusur Suharso dari Kursi Ketum dengan Mengutus Romy

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 19:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penggusuran Suharso Monoarfa dari kursi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dikabarkan melibatkan Muhammad Romahurmuziy atas perintah istana negara.

Sosok yang kerap disapa Romy itu pernah menjabat sebagai Ketum PPP pada periode 2014-2019. Namun tumbang dari jabatannya lantaran tersangkut korupsi  jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Keterlibatan Romy dalam penggusuran Suharso dari jabatan Ketum PPP diungkap Ketua DPP PPP Tamliha.


Tamliha mengatakan, satu hari setelah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Tinggi dan Mahkamah Partai PPP di Serang, Banten, 4 September 2022 lalu, Romy menemui Suharso setelah pulang dari kunjungan kerjanya dari Paris.

Disebut-sebut, Romy sengaja diperintah untuk menemui Suharso oleh Mardiono, itupun usai bertemu Presiden Joko Widodo, agar bisa menjadi mediator islah dua kubu di PPP.

Informasi ini yang kemudian dibantah oleh Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi, saat ditemui seusai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) tentang Pengesahan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP Masa Bakti 2020-2025.

"Enggak ada urusannya. Pak Romy enggak capek-capek, Pak Romy hanya diundang Pak Harso sehari setelah Mukernas diundang Pak Harso untuk diskusi ya soal informasi-informasi yang berseliweran coba dikonfirmasi," ujar Ahmad Baidowi saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/9).

"Namun kemudian itu dianggap seolah-olah Pak Romy itu utusan istana. Bukan. Enggak ada urusan. Pak Romy diundang diajak diskusi oleh Pak Suharso dan kawan-kawan," sambungnya menjelaskan.

Sosok yang kerap disapa Awiek ini menuturkan, dalam diskusi antara Romy dan Suharso hanya disampaikan informasi mengenai latar belakang dipilihnya Muhammad Mardiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketum PPP.

"Pak Romy hanya sebagai orang luar yang mendapatkan informasi sebagai anak, tanda kutip anaknya dari kader Pak Harso, merasa sayang. Disampaikan lah, 'ini lho yang melatarbelakangi bla bla semua. Tapi ya beliau tidak ambil pusing, mungkin," katanya.

Maka dari itu, Awiek memastikan Romy bertemu dengan Suharso adalah bukan karena diutus sebagai mediator islah dengan Mardiono, yang disebut-sebut juga merupakan perintah dari istana.

"Supaya ini tidak terjadi bentrokan. Bukan berarti dia ditunjuk sebagai mediator, tapi beliau memposisikan diri untuk mendamaikan PPP ini. Itu kan bagus," tuturnya.

"Jangan disalahtafsirkan dia menjadi jubirnya istana. Bukan. Enggak ada kaitannya. Jadi persoalan ini murni konflik internal, tidak ada kaitannya dengan istana," tandas Awiek.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya