Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berikan data terkait perkara Formula E/RMOL

Politik

Hadiri Pemeriksaan KPK, Saatnya Anies Baswedan Membersihkan Namanya

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 05:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan diundang KPK untuk dimintai keterangan terkait Formula E. Anies menjalani pemeriksaan pada Rabu (7/9) dengan memakan waktu selama kurang lebih 11 jam.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga berpendapat, undangan KPK itu tampaknya tidak berkaitan dengan akan berakhirnya masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kata Jamiludin, Anies diundang karena diperlukan keterangannya terkait Formula E yang diadukan salah satu kelompok elemen masyarakat.


Meski begitu, Jamiludin melihat, ada segelintir orang yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyudutkan Anies.

"Mereka ini memberi opini seolah-olah Anies sudah bersalah melakukan tindak korupsi," demikian kata Jamiludin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/9).

Bagi mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini, upaya penggiringan opini tersebut menjadikan undangan KPK kepada Anies terkesan menjadi politis. Muncul kesan, ada upaya segelintir elite untuk menjegal Anies pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Analisa Jamiludin, kelompok elite tersebut tampaknya gusar atas potensi Anies yang besar untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024.

"Mereka coba menghadang dengan berbagai cara, termasuk isu hot Anies diundang kemudian dialihkan dengan bahasa dipanggil KPK," tandas Jamiludin.

Pendapat Jamiludin, upaya elite itu tampaknya untuk melorotkan elektabilitas Anies. Ia memprediksi, isu terkait Formula E akan terus diangkat sampai masyarakat percaya Anies melakukan tindak pidana korupsi.

Jamiludin pun mengingatkan agar KPK tidak terpengaruh oleh kelompok tertentu yang memang berniat menjebloskan Anies ke sel KPK. Catatan Jamiludin, KPK harus taat azas, sehingga kepentingan politik tidak dapat mempengaruhi profesionalisme KPK.

Ia melihat, KPK memang sedang diuji melalui kasus Formula E. Independensi KPK dilaksanakan atau hanya slogan.

Jamiludin berpendapat, bagi Anies, undangan KPK itu tentunya dapat dijadikan untuk membersihkan diri dari segala tudingan minor terhadapnya terkait Formula E.

"Hal itu diperlukan untuk memuluskannya maju pada Pilpres 2024," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya