Berita

Pengamat politik Hendri Satrio dan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa/Ist

Publika

Pengamat Politik Hendri Satrio Dorong Teguh Santosa Jadi Senator

RABU, 31 AGUSTUS 2022 | 12:23 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

EKSISTENSI Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sering dilukiskan dalam ungkapan “wujuduhu ka’adamihi", yang berarti keberadaannya sama dengan ketiadaannya.

Lembaga ini juga kerap digambarkan seperti seekor rusa di mulut singa.

Meski masyarakat daerah menaruh harapan besar agar DPD RI mampu menjadi Penyambung Lidah Daerah, namun dibandingkan dengan DPR RI, DPD terkesan masih dianggap marginal power.


Upaya para anggotanya meningkatkan citra sebagai senator bagaikan senatoriat ala Amerika, yang merupakan majelis tinggi kongres, ternyata belum banyak dibarengi dengan kinerja yang optimal seiring semakin kompleksnya persoalan daerah.

Hal ini dianggap karena keterbatasan kewenangan kelembagaan. Seperti diketahui DPD RI selama ini misalnya hanya berwenang mengajukan RUU yang berkaitan dengan daerah, memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU daerah, dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang daerah. Tanpa fungsi dan hak yang lebih luas seperti yang dimiliki oleh DPR.

Padahal idealnya, terlepas dari persoalan keterbatasan kewenangan, para anggota DPD RI yang umumnya berasal dari elemen mantan pejabat, bekas tokoh partai, kalangan profesional, tokoh masyarakat daerah, pengusaha, dan mantan aktivis, seharusnya tetap mampu memperlihatkan sensitifitas dan bersikap responsif terhadap dinamika persoalan masyarakat daerah.

Dalam situasi politik, ekonomi, sosial, dan budaya seperti saat ini DPD RI diharapkan masyarakat tidak mengkerdilkan diri akibat keterbatasan hak dan kewenangan.

Melainkan justru diharapkan mampu menjadi suara alternatif yang sanggup mengartikulasikan dan mengaktualisasikan kompleksitas persoalan daerah. Yang di antaranya banyak yang berskala nasional.

DPD idealnya sanggup membangun trust, membangkitkan kepercayaan publik terhadap parlemen, dan mengambil peran sebagai komunikator yang kritis dan solutif.

Sebagai suara alternatif DPD RI sudah seharusnya memiliki daya dorong untuk perubahan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik, serta keberadaannya berimplikasi terhadap berbagai kebijakan eksekutif yang keliru.

Dalam konteks inilah pengamat politik Hendri Satrio menekankan pentingnya kualitas calon anggota DPD RI. Antara lain, menurutnya, harus memiliki kemampuan artikulatif, sehingga sanggup mengaktualisasikan persoalan-persoalan daerah di tengah keterbatasan kewenangan kelembagaan.

Hendri Satrio juga menekankan pentingnya track record dan kompetensi bagi para calon anggota DPD RI dalam Pemilu 2024  mendatang.

Sebagai akademisi yang mendalami ilmu komunikasi ia kemudian menunjuk contoh lembaga seperti JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) yang merupakan jaringan media online di seluruh Indonesia.

Dalam pengamatannya, selama ini JMSI memiliki track record positif dalam mengartikulasikan persoalan-persoalan daerah melalui pemberitaan. Dengan kata lain JMSI sanggup mengambil peran sebagai Penyambung Lidah Daerah.

Hal ini dapat terjadi, lanjut Hendri Satrio, karena tidak lepas dari peran para pengelolanya.

“Di JMSI misalnya ada tokoh muda terbaik Jakarta, Teguh Santosa, yang kebetulan menjadi Ketua Umum JMSI. Saya mengajak agar kita mendorong secara serius Teguh menjadi salah satu senator mewakili Jakarta pada Pemilu 2024 yang akan datang,” tegas pengajar di Universitas Paramadina, Jakarta, ini.

Sebagai wartawan senior yang memiliki reputasi jurnalistik di dalam dan luar negeri, menurut Hendri Satrio, Teguh Santosa memiliki rekam jejak yang cukup militan dalam membela dan memihak kepentingan rakyat. Ia sendiri memiliki catatan panjang tentang sosok Teguh Santosa.

“Kapasitasnya sebagai pimpinan organisasi kewartawanan sudah jelas memiliki kemampuan artikulatif untuk mengaktualisasikan persoalan-persoalan daerah,” ujar Hendri Satrio.

Ia menambahkan, upaya penguatan kewenangan kelembagaan DPD RI kini sudah seharusnya dibarengi pula dengan peningkatan kualitas para anggota termasuk pula para calon anggota DPD RI.

Mantan Tenaga Ahli DPD RI dan Pemerhati Sejarah

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya