Berita

maximus Tipagau memangku Barnabas Nauteyau dan Apolonaris Natipia yang juga berulang tahun tanggal 17 Agustus./Ist

Nusantara

Pengibaran Bendera Merah-Putih di Keakwa Istimewa, Barnabas Nauteyau dan Apolonaris Natipia Dapat Hadiah dari Sang Gladiator Papua

RABU, 17 AGUSTUS 2022 | 22:00 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Seperti Republik Indonesia, Barnabas Nauteyau dan Apolonaris Natipia juga merayakan hari ulang tahun pada 17 Agustus. Usai upacara pengibaran bendera merah putih yang diselenggarakan Yayasan Somatua di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Rabu pagi (17/8), nama keduanya dipanggil pembawa acara dan diminta untuk maju ke tengah lapangan.

Awalnya Barnabas dan Apolonaris maju dengan langkah ragu-ragu. Tepuk tangan meriah mengiringi langkah mereka.  

Barnabas lahir pada 17 Agustus 2014 dan kini berusia delapan tahun. Sementara Apolonaris dua tahun lebih muda, ia lahir pada 17 Agustus 2016.


Di tengah lapangan, keduanya disambut tokoh Kampung Keakwa, Maximus Tipagau-Waukateyau yang dikenal dengan julukan Gladiator Papua.

“Kita punya anak dua ini lahir tepat pada hari kemerdekaan. Tentu ini merupakan kebahagiaan tersendiri, dan spesial,” ujar Maximus.

“Semoga kedua anak yang juga berbahagia pada  pada hari ini bisa menjadi generasi yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Terus rajin sekolah, raih cita-citamu, sehingga kelak bisa seperti saya,” ujar Maximus lagi berpesan.

Upacara HUT ke-77 Republik Indonesia yang melibatkan warga Kampung Keakwa digelar di hamparan pasir di tepi Pantai Keakwa yang merupakan pantai terpanjang di pesisir utara Laut Arafura.

Bendera merah putih dikibarkan oleh tiga pemuda pilihan, yakni Serafia Wayawiuta, Titus Paukeyauta, dan Samuel Apoyau. Mereka mengibarkan bendera merah putih dengan mengenakan pakaian khas masyarakat setempat.

Upacara yang digelar Yayasan Somatua bekerjasama dengan TNI dan Polri serta masyarakat setempat mengusung tema “Ayo, Kita Merah-Putihkan Mimika, Dari Gunung Sampai Pesisir, NKRI Sampai Mati!”

Sekretaris Kampung Keakwa, Aloysius Mutiyu, mengapresiasi inisiatif Maximus Tipagau selaku Pimpinan Yayasan Somatua yang telah memeriahkan HUT RI di Keakwa melalui serangkaian kegiatan dan lomba, termasuk dengan menyediakan berbagai hadiah yang sangat bermafaat dan bermakna bagi warga.

Dia juga menyampaikan harapannya, homestay yang dibangun Maximus  dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita harus bangkit seperti tema nasional HUT RI, yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Dengan potensi wisata yang kita miliki, kita dapat menjadi magnet. Sehingga perayaan HUT RI di tahun-tahun mendatang diikuti lebih banyak wisatawan,” kata Aloysius.

Adapun Maximus Tipagau yang mengawali sambutannya dengan pekik merdeka sebanyak tiga kali. Dia mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri, tim kesehatan yang ikut memeriahkan perayaan HUT RI, serta tokoh masyarakat lainnya.

Menurut Maximus, Yayasan Somatua sengaja memilih Keakwa sebagai lokasi upacara HUT RI karena hendak menyampaikan pesan bahwa Indonesia perlu dijaga sampai pantai.

“Tempat ini jadi pilihan mewakili masyarakat Mimika dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ini pertama kali dan meriah. Ada kegiatan dokter terbang, lomba tari seka, voli pantai, hias perahu, dan lainnya. Ini semua ada hadiahnya. Tim sudah kerjakan. Ini pesta masyarakat kita, bangsa Indonesia. Kita merdeka,” ujarnya lagi berapi-api.

Ia menambahkan, hingga kini orang pantai, orang Papua dari kampung-kampung pergi belanja jauh di kota, sehingga ekonomi di kampung tidak hidup.

“Sekarang kita mau, kita sudah merdeka 77 tahun. Uang harus datang di kampung, dan masyarakat harus sejahtera. Saya pimpinan Yayasan Somatua bisa bantu apapun dari daya saya yang kecil. Saudara-saudari Kamoro jangan malas, jangan minta-minta, anak-anak harus sekolah, berkembang, kerja keras, tidak boleh ada orang malas,” ujar Maximus lagi.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat Papua, dari gunung sampai pantai, untuk terus bekerja keras dalam mengisi kemerdekaan.

Hal lain yang disampaikan Maximus adalah tentang resort atau homestay yang dibangun di Keakwa. Home stay ini, katanya, tidak untuk mencari untung semata. Namun juga untuk mengembangkan potensi dan perekonomian masyarakat.

“Saya ingin bantu, dan banyak orang bisa belajar, bisa berdikari, karena orang Kamoro orang baik. Tidak ada perbedaan orang gunung dan orang pantai. Kita adalah satu, saudara Indonesia,” demikian Maximus Tipagau.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya