Berita

Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli saat mendapat gelar adat “Rama Praditya”/Yasin

Politik

Rizal Ramli Dianugerahi Gelar Adat “Rama Praditya”

RABU, 06 JULI 2022 | 13:23 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

TOKOH nasional Dr. Rizal Ramli, Selasa kemarin, kembali mendapat gelar adat, setelah beberapa waktu sebelumnya memperoleh pula gelar adat dari pemangku adat di sejumlah daerah.

Ekonom yang dikenal memiliki keberpihakan kepada kepentingan mayoritas rakyat ini pada 2018 yang lalu misalnya, mendapatkan gelar Ngofa Tidore (Putera Tidore) dari Sultan Tidore, Husain Syah.

Dalam ritual sakral yang digelar di Kesultanan Tidore, Pulau Tidore, Maluku, seremonial berlangsung khidmat dan mendapatkan atensi yang luas dari masyarakat setempat.


Tak hanya itu pemberian gelar adat kepada Rizal Ramli ini boleh dibilang lain dari biasa, karena dihadiri pula oleh para sultan di kawasan Kepulauan Maluku.

Antara lain Sultan Ternate, Sultan Jailolo, Sultan Bacan, dan para tokoh adat lainnya.

Penghargaan ini diberikan untuk Rizal Ramli karena keberaniannya secara lantang dan terbuka menyuarakan nasib masyarakat Timur Indonesia dalam talk show Indonesia Lawyers Club di TV One pada 2018.

Sebagai intelektual yang memegang prinsip “adat dijunjung, budaya disanjung”, Rizal Ramli memang dikenal merupakan tokoh pluralis yang mencintai kebhinekaan.

Masyarakat adat Sunda di Bogor, Jawa Barat, secara simbolik pernah menyerahkan sebilah kujang kepadanya.

Kujang adalah senjata khas kebanggaan masyarakat Sunda dan dipercaya merupakan senjata Prabu Siliwangi. Rizal Ramli menerimanya sebagai lambang persaudaraan dan pengakuan adat Sunda kepadanya.

Dalam acara Kumpul Ngariung di Saung Kujang Pajajaran, Bogor, Jawa Barat itu, Rizal Ramli tak lupa pula menceritakan lika-liku pengalaman masa kecilnya hingga remaja selama tinggal di Bogor, sebagai seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh sang nenek.

Kedekatan Rizal Ramli dengan masyarakat Jawa Barat memang sangat khas, karena bersinggungan dengan ikatan batin.

Selain sejak kecil hingga remaja tumbuh di Bogor, ia kemudian tinggal di Bandung. Menjadi mahasiswa ITB dan menemukan jodoh di ibu kota Priyangan itu. Sangat lazim jika ia dekat dengan adat dan budaya Sunda.

Ketika berkunjung ke wilayah Priyangan Timur, seperti Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu misalnya, nampak erat ketertarikannya  kepada kesenian dan seni bela diri pencak silat khas Sunda.

Selasa, 5 Juli, kemarin, di Kampung Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Sukabumi, Jawa Barat, Rizal Ramli kembali menerima gelar adat, yaitu gelar adat Sunda “Rama Praditya”. Melalui prosesi “Naik Lisung Pajajaran”.

Gelar Rama Praditya mengandung arti “Tokoh yang Pintar dan Bijaksana”.

Maknanya, seperti disampaikan oleh pimpinan Museum Prabu Siliwangi, KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana, Rizal Ramli merupakan tokoh yang menaruh kepedulian kepada wong cilik dan pandai memberikan solusi terhadap setiap masalah yang muncul. Terutama dalam persoalan ekonomi.

Dalam ritual adat ini Rizal Ramli didudukkan di atas lisung (lesung) kemudian ditandu untuk memasuki  Museum Siliwangi. Sambil diiringi musik dan berbagai atraksi tradisional khas Sunda.

Sebelumnya KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana juga menyematkan ikat kepala hitam khas Sunda kepada Rizal Ramli.

Ikat kepala ini, menurut KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana, mengadung makna filosofis dan simbolik, yaitu sebagai simbol untuk mengekang hal-hal yang tidak baik di dalam pikiran manusia.

Museum Siliwangi yang terletak di dalam komplek Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menyimpan benda-benda pusaka. Sedangkan lisung atau lesung adalah wadah untuk menumbuk padi, berbentuk memanjang yang terbuat dari kayu.

Lesung antara lain merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sunda.

Ritual penyematan gelar adat ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Rizal Ramli untuk para santri dan santriwati pesantren.

Narasumber lain yang hadir adalah Rektor International Woman University Prof Dr Uni Narimawati, Guru Besar Universitas Utara Malaysia Prof Dr Mohammad Sobri Minai dan lainnya.

Rizal Ramli dengan berbagai paparannya di dalam kuliah umum ini mendapatkan sambutan yang sangat antusias, karena secara sederhana mengemukakan persoalan-persoalan yang sedang melanda bangsa ini sekaligus memberikan solusi-solusi yang seharusnya ditempuh oleh pemerintah, terutama di tengah ketidakberdayaan rezim hari ini dalam mengatasi kebangkrutan ekonomi nasional yang sedang terjadi.

Di dalam forum ini Rizal Ramli juga mendapatkan dukungan dan doa dari hadirin agar dapat memimpin bangsa ini ke arah perubahan yang lebih baik.

“Kita mendoakan agar cita-cita Pak Rizal Ramli ini dapat terwujud,” ujar Prof Dr Umi Narimawati yang disambut khidmat oleh para hadirin.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya