Berita

Jembatan Tenggarong/Net

Dahlan Iskan

Jembatan Merah

RABU, 01 JUNI 2022 | 05:42 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SEINGAT saya, jembatan itu berwarna kuning. Sejak dulu. Kemarin saya melintasinya lagi. Kok sudah berubah. Menjadi warna merah. ”Pak bupatinya baru saja pindah partai. Masuk PDI Perjuangan,” ujar adik istri saya yang hari itu terpaksa  jadi ”sopir” saya.

Itulah jembatan ”Golden Gate” di Kaltim. Tepatnya di dekat Kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Kampung kelahiran istri saya hanya 8 km dari situ.

Selama ini jembatan itu disebut ”Golden Gate”. Bukan hanya karena bentuknya yang mirip dengan Golden Gate yang di San Francisco. Juga karena warnanya selalu warna emas –gold, kuning.


Sejak zaman dibangun pertama dulu –oleh bupati dari Golkar, Syaukani Hasan Rais. Sampai roboh total. Ambruk ke Sungai Mahakam yang luas dan dalam. Lalu, dibangun lagi oleh bupati Golkar berikutnya: Rita Widyasari. Putri Syaukani.

Warna jembatan yang baru tetap kuning. Pun ketika Rita ditangkap KPK dan masuk penjara. Bupati berikutnya tidak melakukan perubahan warna.

Pengganti Rita itu adalah wakilnyi: Edi Damansyah. Statusnya penjabat bupati. Selama dua tahun. Lalu, Edi maju sebagai calon bupati. Ia diusung sembilan partai. Terutama Golkar (13 kursi) dan PDI Perjuangan (7 kursi). Edi terpilih.

Akhir tahun 2021 Edi bikin kejutan: masuk PDI Perjuangan. Tidak lama setelah itu jembatan ”Golden Gate” diubah catnya: jadi merah.

Protes berdatangan. Tentu dari para lawan politiknya. Tapi, Edi bergeming. Pernah, malam-malam, ada yang mengubah cat jembatan itu. Diganti warna kuning lagi. Baru sebagian kecil yang bisa diganti. Malam keburu berganti pagi. Siang itu juga warna kuning tersebut diganti lagi dengan warna merah.

Jembatan itu menghubungkan Kota Samarinda dengan Tenggarong. Agar jarak tempuh lebih dekat. Dari dua jam menjadi sejam. Di zaman Syaukani dan Rita, perubahan Kota Tenggarong sangat nyata. Tapi, dua-duanya berujung di penjara. Syaukani sampai terkena stroke di penjara. Bertahun pula menderita. Tidak ingat siapa-siapa. Tidak pula bisa bicara. Lalu, meninggal dunia.

Rita kini menjalani hukuman di penjara Tangerang. Sudah lima tahun –dari 10 tahun vonis hakim. Di situ dia kumpul dengan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Juga, mantan Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria Riarinda Firgasi.

Encek ini adalah istri Bupati Kutai Timur saat itu: Ismunandar. Hebat. Suami jadi bupati, istri jadi Ketua DPRD. Hebat. Keduanya ditangkap KPK. Soal suap anggaran infrastruktur daerah. Sang istri dihukum 7 tahun. Sang suami 5 tahun.

Sang istri memang sangat fenomenal. Encek nyaleg dari PPP. Terpilih. Partai Islam itu hanya mendapat dua kursi. Namun, ketika pemilihan Ketua DPRD, Encek terpilih sebagai ketua. Dia membantah itu karena suaminyi menjabat bupati.

Rupanya Encek ”murka”. Saat menjabat ketua itu, dia terpilih pula sebagai Ketua PPP Kutai Timur. Lalu, dia buktikan. Dalam pemilu berikutnya, PPP mendapat 12 kursi. Itulah kursi terbanyak PPP di suatu kabupaten.

Setelah melewati jembatan berubah warna itu, perjalanan saya sampai ke kampung kumuh. Yakni, di dekat gedung pertemuan modern yang dibangun Syaukani. Tidak jauh dari stadion megah yang juga karya Syaukani.

Di situ saya tertegun: kok masih ada jembatan yang warnanya tetap kuning. Yakni, jembatan anak Sungai Mahakam. Namanya Jembatan Keroncong. Di Desa Teluk Dalam. Di sebelah pompa bensin yang khas: antrean truknya selalu panjaaaaaaang. Setiap hari. Sejak lebih setahun lalu. Antre solar subsidi.

Ternyata jembatan anak sungai itu juga pernah diubah menjadi merah. Hampir bersamaan dengan perubahan warna ”Golden Gate”. Tapi, malam-malam, warna jembatan anak sungai tersebut dicat lagi. Entah oleh siapa.

Ups... Yang mengubah jelas: Remaong Koetai Berjaya (RKB). Yakni, organisasi pemuda lokal yang sebenarnya tidak berafiliasi ke Golkar.

Orang Tenggarong mengenal RKB sebagai organisasi yang bernaung di bawah Kesultanan Kutai. Ketuanya Hebby Nurlan Arafat. Ia mengaku warna kuning adalah kearifan lokal. Tidak ada hubungan dengan Golkar. Warna identitas Kesultanan Kutai adalah kuning. Masuklah ke keraton Kutai --yang kini jadi museum. Warna kesultanan itu dominan kuning.

Remaong itu salah satu hewan gaib yang sakti, yang tunduk dengan Sultan Sulaiman. Dan nama remaong pun dijadikan gelar oleh beliau untuk panglima-panglima Kutai dan yang lain dari Kutai tapi berabdi suaka kepada kerajaan kutai (Tanah Kutai).

Oleh RKB, jembatan itu dicat kembali ke warna kuning. Seluruhnya. Mungkin karena mengecetnya tidak sulit. Jembatannya pendek. Tidak perlu tangga, apalagi scaffolding.

Ternyata sebenarnya pernah juga diubah menjadi warna merah lagi. Tapi, malam-malam diubah lagi dengan warna lama.

Warna ternyata begitu pentingnya. Mengalahkan antrean yang tidak berkesudahan. Di dekat jembatan itu. Dan di semua pom bensin di sekitarnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya