Berita

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin/Net

Politik

Elektabilitas Ganjar Pranowo Bisa Berubah Usai Lepas Jabatan Gubernur


KAMIS, 12 MEI 2022 | 09:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memang masih menjadi calon potensial dalam survei Pilpres 2024. Namanya selalu berada di jajaran 3 besar bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun demikian, peringkat itu diyakini akan berubah saat Ganjar Pranowo tidak lagi menjabat sebagai gubernur pada tahun depan.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (12/5).



“Ganjar masih bermodalkan salah satu capres 3 besar yang memiliki elektabilitasnya lumayan. Namun ke depan ketika sudah tak menjabat sebagai Gubernur Jateng lagi, bisa saja modalnya kedekatan dengan rakyat. Tapi itu pun masih bias,” katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, modal Ganjar untuk dekat dengan rakyat saat tidak lagi menjabat sebagai Gubernur sangat bias. Itu semua bisa dimanipulasi atau dipoles karena hanya dalam rangka membangun citra untuk memepertahankan elektabilitas semu.

“Karena kedekatan dengan rakyat juga bisa dimanipulasi, seperti membangun pencitraan melalui medsos seolah-olah dekat dengan rakyat,” demikian Ujang Komarudin.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya