Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Cukup jadi Pemegang Remot Partai, Tak Perlu Ikut Gerbong Mega atau Jokowi

KAMIS, 05 MEI 2022 | 08:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Gerindra hingga saat ini masih jadi salah satu partai kuat yang diperhitungkan menuju Pemilu 2024 mendatang. Apalagi, ditambah dengan sosok Prabowo Subianto yang masih memuncaki daftar teratas kandidat calon presiden dengan elektabilitas tertinggi.

Atas dasar itu, Prabowo dianggap tidak perlu ikut ke gerbong Megawati Soekarnoiputri maupun Presiden Joko Widodo.

"Gerindra patut diperhitungkan dalam Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang sehingga tidak perlu ikut gerbong siapa pun. Bisa jadi Gerindra membentuk gerbong sendiri dan mengajukan calon sendiri dengan sedikit berkualitas bersama partai lainnya," ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/5).


Bahkan menurut Saiful, Prabowo bisa setara dengan Megawati dan Jokowi, yaitu dengan cara merelakan dan memberikan kepercayaan kepada tokoh-tokoh baru, baik di internal maupun di luar partai untuk berkompetisi dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Prabowo cukup menjadi pemegang remot partai, tidak perlu di depan dan bahkan maju sendiri dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang," kata Saiful.

Karena menurut Saiful, bukan tidak mungkin jika calon yang diajukan Prabowo dan Gerindra bisa lebih diterima publik dibanding jika Prabowo sendiri yang maju.

"Justru akan memenangkan Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang. Pilihannya tentu maju sendiri kalah atau memajukan orang lain, tapi lebih rasional untuk dapat memenangkan pemilu dan Pilpres 2024 mendatang," pungkas Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya