Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Sentil Mendag: Harga Migor Sudah 4 Bulan Tak Ada Penjelasan, Hati-hati!

RABU, 06 APRIL 2022 | 14:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan harga minyak goreng (migor) Kementerian Perdagangan yang disoal masyarakat menjadi satu materi pembicaraan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (5/4).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegur langsung Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi yang dianggap tidak memberikan penjelasan yang menenangkan masyarakat yang merasakan kesulitan memperoleh migor baik di pasar tradisional maupun di retail-retail.

"Tidak ada statement, tidak ada komunikasi, harga migor sudah 4 bulan tidak ada penjelasan apa-apa. Kenapa ini terjadi? Menterinya juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini, hati-hati," ujar Jokowi melalui video Rapat Kabinet Paripurna yang dilansir kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Rabu (6/4).


Menurut Jokowi, seharusnya menteri bisa menjelaskan duduk perkara persoalan migor kepada masyarakat secara jelas dan detail, sehingga tidak ada anggapan bahwa pejabat tidak sama sekali tidak bekerja.

"Harus diceritain dong ke rakyat, ada empati kita, (tapi) enggak ada yang berkaitan dengan energi, enggak ada," imbuhnya menegaskan.

Maka dari itu dalam momentum tersebut Jokowi mengingatkan jajaran kabinetnya agar memiliki sense of crisis yang tinggi di saat kondisi politik dan ekonomi global saat ini penuh dengan ketidakpastian.

Sehingga, dirinya mendorong menteri-menteri dan juga kepala-kepala lembaga agar fokus bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

"Saya minta betul yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dirumuskan betul, bukan hanya minyak goreng, tetapi juga dilihat satu persatu. Urusan beras seperti apa, urusan kedelai nanti seperti apa, urusan gandum seperti apa?" kata mantan Walikota Solo ini.

"Kalau kerja enggak detail, enggak dilihat secara betul-betul, dan kita semuanya diam enggak ada statement, hati-hati, dianggap kita ini enggak ngapa-ngapain, enggak kerja, atau mungkin juga enggak ngapain-ngapain mungkin enggak kerja," demikian Jokowi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya