Berita

Terawan Agus Putranto dipecat dari keanggotaan IDI/Net

Politik

Ribka Tjiptaning: Selain Mengada-ada, Pemecatan Terawan Agus Putranto dari IDI Politis

MINGGU, 27 MARET 2022 | 23:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat secara permanen mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi perdebatan di kalangan legislator DPR RI.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Ribka Tjiptaning, memandang pemecatan Terawan Agus Putranto terlalu mengada-ada dan kental dengan nuansa politis.

"Karena apa? Kalau dari sisi dokter kesalahan dia (Terawan) dari sisi dokter hampir tidak ada," ujar Ribka Tjiptaning kepada wartawan, Minggu (27/3).


Ribka mencontohkan, metode cuci otak ala Terawan yang dikenal DSA atau Digital Subtraction Angiography yang dipersoalkan IDI karena belum ada uji klinis di Indonesia. Namun, bagi dia, tidak ada kesalahan Terawan dalam metode tersebut.

"Pak Terawan dalam menjalankan DSA itu tidak pernah ada korban. Dari tingkat pejabat sampai rakyat biasa dilakukan dengan baik-baik," katanya.

Padahal, kata Ribka, banyak juga dokter-dokter yang melakukan malpraktek. Namun, karena ikatan kuat antarteman sejawat atau dokter, maka dokter-dokter lepas dari jeratan malpraktek itu sendiri.

"Bahkan masih banyak korbannya pasien atau masyarakat karena pembelaan MK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) karena ikatan teman sejawat itu seperti teman kandung," tuturnya.

Lebih mengherankan lagi, masih kata Ribka, IDI mempersoalkan Vaksin Nusantara yang sedang dikembangkan Terawan. Di mana, seharusnya Terawan diapresiasi karena memiliki jiwa nasionalisme tinggi dengan mengembangkan vaksin dalam negeri.

"Soal Vaksin Nusantara, saya rasa itu kan malah yang bagus ketika republik ini impor vaksin dari China, Pak Terawan jiwa nasionalismenya tinggi, dia tetap percaya Indonesia bisa menciptakan vaksin sendiri, Vaksin Nusantara," jelasnya

"Artinya berdaulat di bidang kesehatannya itu tinggi. Trisakti yang dimiliki itu sangat kuat dengan keyakinan suatu saat kita bisa membuat vaksin," jelas Ribka.

Soal nuansa politis, kata Ribka yang juga seorang dokter, IDI sebagai organisasi profesi bisa saja ditarik oleh kelompok tertentu dalam rangka menuju Pemilu Serentak 2024.

"Saya rasa ini ada unsur politis. Sekarang ini kan ada kongres, Munas apalah itu suasananya menuju 2024. Karena ini ada pergantian presiden, kita tahu semua organisasi. Itulah penilaian saya soal pemecatan dr Terawan sebagai orang yang top sebetulnya," tegasnya

"Saya sendiri sebagai dokter, ada di belakang Pak Terawan. Terus maju Pak Terawan," demikian Ribka.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya