Berita

Penampakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina/Net

Dunia

Pemerintah Ukraina Curhat Soal Situasi Negaranya di Twitter

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 10:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Platform media sosial Twitter belakangan ini telah menjadi tempat bagi banyak topik seputar konflik terkait Rusia dan Ukraina. Banyak akun berbagi tentang bagaimana krisis berlangsung di timur Eropa saat ini.

Ini juga dimanfaatkan pemerintah Ukraina. Lewat akun resmi-nya di Twitter,  Pemerintah Ukraina berbagi informasi tentang situasi terkini di negara itu, di tengah serangan Rusia yang semakin intens.

Posting terbaru mereka yang dilihat redaksi pada Sabtu (26/2), membagikan sumber daya tentang bagaimana orang dapat menyumbang dan membantu orang-orang di Eropa agar suara mereka didengar.  


"Teman, tindakan Anda penting. Suara Anda dapat menjadi penentu untuk memperkuat tekad Barat dan melindungi keamanan Ukraina, Eropa, dan dunia demokrasi. Bertindak sekarang!," cuit akun @Ukraine.

"Lihat utas dengan beberapa langkah sederhana untuk mendukung Ukraina," lanjut akun tersebut seraya memuat bagaimana orang-orang dapat menunjukkan dukungan kepada Ukraina.

Dalam cuitannya, akun resmi pemerintah tersebut menunjukkan bagaimana pasukan Rusia menyerang dan menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.

"Rusia menginvasi Ukraina. Rudal dan militer Rusia menargetkan infrastruktur sipil dan membunuh orang tak bersalah di kota-kota Ukraina," vuit akun tersebut.

"Rusia tidak hanya menyerang Ukraina; itu menyerang seluruh Eropa. Ukraina membela kemerdekaannya sendiri, dan perdamaian dan demokrasi di Eropa," lanjutnya.

Akun tersebut juga menyerukan agar seluruh dunia melakukan aksi nyata untuk membantu Ukraina, bukan sekedar retorika semata.

"Para pemimpin dan kepala pemerintahan negara Anda menyatakan dukungan mereka dan mengutuk agresi Rusia. Ini tidak cukup," tulis akun itu.

"Kami membutuhkan tindakan tegas untuk menghentikan agresi Rusia sekarang dan mencegah hilangnya nyawa manusia lebih lanjut, merusak ketertiban keamanan di seluruh Eropa," lanjutnya.

Beberap tindakan untuk menekan Rusia juga diuraikan dalam utas akun resmi tersebut, termasuk meminta anggota parlemen di setiap negara untuk mendesak sanksi ekonomi yang kuat pada Rusia.

Itu termasuk melarang Rusia dari SWIFT, mengisolasi sepenuhnya, menghentikan semua bisnis, embargo minyak dan gas, memberi Ukraina senjata, amunisi, uang yang lebih defensif.

Selanjutnya akun tersebut juga meminta orang-orang untuk menyumbang demi mendukung pasukan Ukraina.

"Donasi uang untuk mendukung Angkatan Darat Ukraina," cuitbya seraya menautkan ke rekening resmi penerima sumbangan.

Di akhir utas cuitan, akun @Ukraine juga meminta agar setiap orang berkontribusi menyuarakan dukungan dengan melalukan aksi massa.

"Atur protes jalanan di kota Anda untuk mendukung Ukraina dan mengutuk agresi Rusia," cuitnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya