Berita

Politikus Partai Demokrat Syahrial Nasution/Net

Politik

Buka Gerbang Internasional Saat Covid-19 Meningkat, Demokrat: Pemerintah Lagi "Uji Nyali"?

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 16:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan pemerintah yang membuka gerbang internasional untuk semua negara di saat kasus Covid-19 dan varian Omicron meningkat signifikan, terus menuai Kritik.

Politikus Partai Demokrat Syahrial Nasution menilai, pemerintah terkesan sedang mempermainkan kebijakan. Bagaimana tidak, ketika kasus Covid-19 melonjak tajam rakyat justru dibatasi, sebaliknya warga asing yang kemungkinan membawa virus justru melenggang bebas.

"Saya kira pemerintah sedang bermain kebijakan 'uji nyali' yang sedang ditransfer ke masyarakat," kata Syahrini disertai tawa saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Senin (7/2).


Alih-alih mendengarkan masukan dan kritik serta saran dari kalangan masyarakat, pemerintah justru membuat kebijakan yang bisa saja membahayakan rakyat kecil.

Sialnya lagi, pejabat tinggi negara justru membuat kerumunan di sela-sela agenda kenegaraan.

"Contohnya, melarang kerumunan, tapi Presiden dan rombongan malah menciptakan kerumunan yang dahsyat (di Sumatera Utara)," sesalnya.

"Melarang rakyat bepergian atau liburan ke luar negeri, pintu masuk negara dari luar negeri malah dibuka lebar-lebar," sambungnya.

Belum lagi, kata Syahrial, pemerintah mulai mengetatkan kembali prokes di rumah-rumah ibadah, tapi di saat bersamaan sekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap berlangsung. Dan masih banyak hal-hal kontradiktif lainnya dlm kebijakan Covid-19 belakangan ini.

"Akhirnya, akan banyak kesimpulan yang dibuat sendiri-sendiri oleh masyarakat. Bikin kerumunan seperti acara konser dan keramaian di mall tahun ini, cuma didenda Rp 500 ribu. Kalau tahun lalu, Rp 5 juta. Tahun lalu melanggar aturan Covid-19 bisa dipenjara, tahun ini sudah tidak," tuturnya.

Padahal, sambungnya, saat ini kondisinya terkait Covid-19 karena ancamannya memang nyata. Untuk itu, Syahrial berharap masyarakat tidak ikut permainan 'uji nyali' yang sedang berlangsung.

"Tetap jaga kesehatan diri kita dan orang-orang terdekat untuk selalu waspada. Meskipun negara yang seharusnya lebih berperan, saat ini jangan terlalu banyak berharap," pungkasnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan untuk mencoret daftar 14 negara yang dilarang masuk ke Indonesia karena varian Omicron.

Dengan begitu, kini pemerintah telah membuka pintu masuk kedatangan internasional bagi semua negara.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil keputusan bersama dalam rapat terbatas pada 10 Januari dan tertuang dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 02/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) yang juga Koordinator Penanganan PPKM Wilayah Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, alasan dibukanya pintu masuk internasional di Bali tak lain untuk memajukan perekonomian di Bali.

"Namun, kami tetap akan melakukan pembukan secara bertahap bertingkat dan berlanjut," kata dia dalam konferensi pers PPKM, Jakarta, Senin (31/1).

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya