Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto/Net

Politik

Ingatkan Potensi Bencana Geologi, PKS: Bangun IKN Jangan Grasa Grusu

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 22:42 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah disarankan menunda kebijakan pemindahan Ibu Kota Baru Negara (IKN) sebelum ada hasil kajian objektif tentang potensi bencana geologi di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan, kajian itu menjadi penting untuk menjamin keamanan wilayah IKN yang akan dibangun nantinya.

"Pemerintah semestinya memperhatikan betul pandangan dari para ahli geologi. Soal pemindahan IKN baru ini jangan dilakukan secara grasa-grusu," kata Mulyanto kepada wartawan, Rabu (2/2).
 
Mulyanto mengatakan, potensi bencana geologi ini harus dikaji secara cermat dan detil kemudian disusun rencana mitigasinya atau tidak boleh serampangan.

"Jangan terburu-buru, perlu studi yang mendalam untuk dapat memetakan kondisi bawah tanah wilayah IKN baru ini," katanya.

Legislator PKS ini setuju saran para ahli agar pemerintah menyusun peta detail geologi teknik di wilayah IKN tersebut, sehingga dapat diketahui secara persis daerah-daerah mana yang rawan bencana untuk kemudian dilakukan mitigasi spesifik.  

Beberapa potensi bencana geologi penting yang diungkap para ahli untuk mendapat perhatian pemerintah adalah potensi patahan dan pergeseran tanah karena keberadaan mud volcano di wilayah IKN dan bencana yang mungkin terjadi karena jebakan gas dangkal.  

"Ini kan potensi bahaya penting yang harus dimitigasi secara meyakinkan. Belum lagi terkait adanya sumber batu bara, yang dapat memicu kebakaran di wilayah IKN serta banyaknya lubang tambang yang harus ditutup, agar tidak memakan korban anak kecil yang tenggelam," demikian Mulyanto.

Populer

Connie Bakrie: Jokowi Kunjungi Rusia dan Ukraina karena Paham Perang Kedua Negara Sudah Tidak Jelas

Kamis, 30 Juni 2022 | 15:00

Singgung Presiden Harus Orang Indonesia Asli, Syahganda Nainggolan: Sutiyoso Sudah Kasih Tahu Saya, yang Sekarang Asli atau Tidak

Senin, 27 Juni 2022 | 00:21

Kepala WHO Akui Percaya Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:07

Usai Rakernas PDIP, Puan Maharani Jauhi Ganjar Pranowo

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:35

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Serukan Umat Islam untuk Satu Komando ke Habib Rizieq Shihab Soal Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:22

Tiga Partai Dapat Sokongan JK untuk Usung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49

KAMI Sampaikan Aspirasi Makzulkan Jokowi, Begini Jawaban LaNyalla

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:09

UPDATE

LaNyalla Sepakat, Ongkos Politik Mahal Picu Pejabat Korupsi

Sabtu, 02 Juli 2022 | 18:37

Covid-19 Tinggi Lagi, Epidemiolog Anggap Pelonggraan Pakai Masker Dicabut Sudah Tepat

Sabtu, 02 Juli 2022 | 18:22

Koalisi Gerindra-PKB Berat, Cak Imin Gak Akur dengan NU dan Prabowo Elektabilitasnya Stagnan

Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:47

BNI: Kredit Tanpa Agunan ke Perusahaan Batu Bara di Sumsel Hoax

Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:32

18 Buruh Migran Tewas di Malaysia, Satyo Purwanto: Menaker dan Kepala BP2MI Ngapain Aja?

Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:22

Satnarkoba Polresta Serang Bongar Peredaran Sabu Modus Dimasukkan ke Bungkus Wafer

Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:52

Zona Perdagangan Bebas Indonesia-Rusia Jadi Pembicaraan Serius Jokowi dan Putin

Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:52

Upaya Perbaiki Hubungan, PM Australia Anthony Albanese Temui Presiden Macron di Paris

Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:49

Ali Rif'an: Positioning AHY Sudah Pas, Tinggal Tentukan Arah Bandul Politiknya

Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:43

PMI: Umur ke-76 Pelayanan Polri Terhadap Masyarakat Terus Meningkat

Sabtu, 02 Juli 2022 | 16:06

Selengkapnya