Berita

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)/Net

Politik

Survei LSI: Keterpilihan Golkar Tempel Ketat PDI Perjuangan

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 19:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PDI Perjuangan masih perkasa dengan menempati posisi puncak survei nasional sebagai partai politik dengan tingkat keterpilihan tertinggi.

Hal itu terpotret dalam rilis survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI) bertajuk "Hasil Pemetaan Kondisi Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hankam Setelah Dua Tahun Pandemi Covid 19 melanda Indonesia".

"PDIP memiliki elektabilitas 14,2 persen. Tren elektabilitas partai politik saat masih dipegang oleh PDIP sebagai peraih suara tertinggi, walaupun elektabilitas menurun dibandingkan hasil real pemilu 2019," ujar Direktur Eksekutif LSI Albertus Dino dalam keterangannya, Senin (17/1).


Sementara itu, kata Albertus, posisi kedua diisi oleh Parai Golkar dengan 13,6 persen dan ketiga ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 12,7 persen.

Kemudian, Partai Demokrat menempati urutan keempat dengan elektabilitas sebesar 8,9 persen. PKB berada di belakangnya dengan angka 7,2 persen. PKS berada di urutan keenam dengan elektabilitas 6,2 persen.

"Selanjutnya Nasdem memiliki elektabilitas 5,8 persen. PAN 3,2 persen Kemudian PPP dengan elektabilitas 2,6 persen," tuturnya.

Lalu, partai non-parlemen secara berurutan memiliki tingkat elektabilitas sebagai berikut Partai Perindo 1,9 persen ,Partai Prima 1,3 persen , Partai Garuda 1,1 persen , Partai Gelora 0,8 persen ,PSI 0,6 persen, Partai Berkarya 0,3 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,3 persen ,Hanura 0,3 persen.

"Partai umat 0,1 persen Responden  yang belum menentukan atau tidak menjawab masih sebanyak  20,2 persen," demikian Albertus.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1850 responden dari 34 Provinsi. Survei yang digelar pada medio 29 December 2021-13 Januari 2022 ini memiliki margin of error 2.3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya