Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Memang Prabowo-Jokowi Berpeluang Menang, Tapi...

KAMIS, 13 JANUARI 2022 | 18:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Poster deklarasi dukungan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi 2024-2029 yang beredar baru-baru ini, menuai spekulasi politik.  

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, pasangan capres dan cawapres Prabowo-Jokowi tidak ada larangan secara konstitusi. Bahkan, jika memang Prabowo-Jokowi diduetkan di Pilpres 2024 berpotensi menang.

"Secara konstitusional Prabowo-Jokowi tidak ada masalah, dan peluang menang bisa saja cukup besar, mengingat Jokowi masih dominan dan Prabowo sejauh ini tetap yang tertinggi," kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/1).


Hanya saja persoalannya, apakah Menteri Pertahanan dan Presiden RI itu mau, terutama Jokowi, karena akan muncul anggapan secara etika politik menunjukkan Jokowi haus kekuasaan, hingga merelakan diri turun kelas dari Presiden ke Wapres.

"Selain itu, PDIP tentu tidak mudah menempatkan kembali Jokowi dalam kontestasi, karena selain memperlambat regenerasi elit PDIP, juga bisa menghilangkan momentum Puan menuju kontestasi nasional," demikian Dedi Kurnia.

Beredar poster deklarasi capres dan cawapres untuk Pilpres 2024. Menariknya, figur capres-cawapres tersebut adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam poster yang beredar itu, tertulis nama organisasi deklarator yakni Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi 2024-2029.

Tampak dalam poster itu Prabowo-Jokowi kompak mengenakan jas dan berdasi dilengkapi songkok hitam.

Masih dalam poster itu, Sekber Prabowo-Jokowi 2024-2029 akan mendeklarasikan dukungan pada Sabtu (15/1) nanti bertempat di Red Snapper and Resto, kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Hingga berita ini diturunkan, Kantor Berita Politik RMOL masih mencoba menginformasi contacts panitia pelaksana Sekber Prabowo-Jokowi tersebut, namun belum mendapatkan jawaban terkait kebenaran poster tersebut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya