Berita

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Kode Airlangga Hartarto Tentang 2024 dan Angka 8 Pembawa Hoki

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 21:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melemparkan jokes tentang Pilpres yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 mendatang.

Airlangga menyebut angka 2024 jika dieja dan dipisah-pisah adalah 2+2+4 sama dengan 8 (delapan). Angka delapan Menurut Feng Shui, angka delapan membawa keberuntungan dan jamak disebut sebagai bintang kekayaan. Angka delapan juga dianggap beruntung dalam tradisi Tionghoa.

"Ingat tanggalnya 2024. Kita butuh yang angkanya 2+2+4 (sama dengan) 8. Karena dari segi hoki, itu infiniti hokinya," kata Airlangga disela-sela sambutannya dalam acara PP Kosogoro bertema "Refleksi 2021, Proyeksi 2022 Indonesia Bisa Apa?" pada Selasa (11/1).


Mulanya, Menko Perekonomian ini menyinggung masalah keketuaan Indonesia pada G20 dengan membawa tiga tema besar yakni terkait kesehatan, transisi digital, dan pembangunan berkelanjutan.

"Tentu saya harap dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan 2022 akan mengantar keketuaan Indonesia sebagai ketua ASEAN 2023. Saya pikir kita harus siap karena itu seluruhnya adalah panggung Indonesia di global, sesudah itu, 2024 baru kita Pemilu," tuturnya.

Mengingat Pemilu yang diselenggarakan pada tahun 2024, Airlangga melemparkan jokes tentang hoki-hokian Pilpres. Namun, ia menegaskan pihaknya akan fokus terhadap G20 dan keketuaan Indonesia pada ajang ASEAN di tahun 2023.

"Saya minta Kosgoro untuk melihat seluruh agenda nasional, artinya kita harus jaga agenda nasional ini jadi agenda Kosogoro, agenda dari Partai Golkar, dan ini harus kita jaga kestabilan politik," katanya.

"Karena ini adalah waktu kita agar politik stabil, ekonomi bisa tumbuh, dan ini adalah yang ingin dilihat oleh negara-negara di dunia, Indonesia akan berikan solusi terhadap pandemi Covid-19, terhadap perang dagang, dan keamanan indopasifik," demikian Airlangga.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya