Berita

Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Sekjen PKR: Lantas Kalau Ferdinand Mualaf, Apa Boleh Menghina Allah?

JUMAT, 07 JANUARI 2022 | 17:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus kicauan “Allahmu lemah” dari pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean memasuki babak baru. Setelah dilaporkan oleh Ketua Umum KNPI Haris Pertama ke Bareskrim, kini Ferdinand Hutahaean mengaku bahwa dirinya seorang mualaf.

Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yos Nggarang merasa heran dengan pengakuan mualaf Ferdinand tersebut. Sebab, pengakuan mualaf itu belum disertai dengan pengakuan bersalah atas kicauan “Allahmu lemah”.

“Mestinya mengakui salah dulu baru mengakui mualaf,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (7/1).


Terlepas dari pengakuan mualaf tersebut, Yos Nggarang menekankan bahwa hal itu tidak akan mengubah apa-apa. Kasus hukumnya tetap harus berlanjut, apalagi sudah membuat kegaduhan publik.

“Lantas kalau Lae (panggilan untuk Ferdinand) mualaf, apa boleh menghina Allah? Makin lucu aja kau Lae, siapa penasehatmu?” tutupnya.

Dalam pengakuannya, Ferdinand mualaf sejak 2017. Adik kandung Presiden keempat RI Gus Dur, Lily Wahid membenarkan bahwa dirinya menjadi saksi saat Ferdinand mengucap dua kalimat syahadat.

Namun begitu, dia juga tetap ingin kasus hukum Ferdinand diusut hingga tuntas sebagai pembelajaran agar tidak ada lagi orang yang berbicara sembarangan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya