Berita

Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Sindir Ferdinand, Mantan Menteri SBY: Dialog Pikiran dan Hati Cukup Merenung, Kalau di Twitter Itu Namanya Niat Komunikasi Publik

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 10:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Klarifikasi yang disampaikan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean terus menjadi perdebatan publik. Ini lantaran Ferdinand menyebut apa yang dikicaukannya tentang “Allahmu lemah” adalah hasil dialog imajiner antara pikiran dan hatinya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo tidak puas dengan klarifikasi yang diberikan.

Pakar telematika ini mengurai, Tuhan Yang Maha Esa telah memberi manusia otak untuk berpikir. Artinya, jika hanya gundah dengan keadaan yang sedang down, maka Ferdinand cukup merenungkan hal itu saja.


“Kalau cuman mau "dialog" antara pikiran dan hati sendiri itu merenung saja,” tegasnya.

Sementara jika apa yang menjadi pikiran tersebut diumbar ke Twitter, maka itu patut ditengarai memang disengaja. Singkatnya ada pesan yang dibawa oleh pemberi pesan untuk komunikasi publik.

“Kalau sudah menulis di Twitter itu namanya memang (niat) untuk komunikasi publik. Jangan lupa, Statusmu juga Terlapor di Polda Metro,” tutup Roy Suryo.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya