Berita

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi/Net

Politik

Adhie Massardi: Pol Pot Harus Jadi Pelajaran, Tidak Boleh Ada Lagi Rezim Anti-Intelektual

SELASA, 04 JANUARI 2022 | 08:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemberhentian tenaga honorer Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman sebagai dampak integrasi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bahkan tidak sedikit yang berspekulasi bahwa pemerintah anti dengan ilmu pengetahuan.

Seiring dengan itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi mengingatkan kisah tentang kepemimpinan Pol Pot di Kamboja.

Pol Pot yang pro dengan China melakukan tindakan gila saat berkuasa. Dia menghabisi para profesor, doktor, dan kelompok intelektual.


“Intelektual dilibas habis, yang mau terus hidup disuruh kerja paksa di desa-desa,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Selasa (4/1).

Adhie menjelaskan bahwa kisah itu bisa dilihat dengan mudah dari film berjudul Killing Fields karya Roland Joffe di tahun1984.

Intinya jangan sampai kejadian serupa terjadi di tanah air. Sebab, bukan tidak mungkin pembumihangusan kelompok saintis hanya akan membuat sebuah negara jatuh.

“Ini pelajaran nggak boleh lagi ada rezim anti-intelektual” tutupnya.

Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman mengungkapkan ada sebanyak 113 tenaga honorer tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan. Mereka diberhentikan karena dampak adanya integrasi Lembaga Eijkman ke tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya