Berita

Tangkapan layar akun BRIN/Net

Politik

Said Didu: Akun BRIN Lucu, Tertulis Bergabung 2009 Padahal Baru Ditetapkan 2021

SELASA, 04 JANUARI 2022 | 08:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus menyita perhatian publik. Belum rampung soal pemberhentian para peneliti dari Eijkman, kini giliran akun media sosial BRIN yang jadi pergunjingan.

Adalah mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu yang menilai ada hal aneh dalam akun Twitter BRIN @brin_indonesia.

Pasalnya akun bercentang biru itu tertulis sudah bergabung dengan Twitter sejak November 2009. Padahal BRIN baru ditetapkan pada tahun 2021.


“Akun BRIN ini lucu. Tertulis bergabung 2009 padahal BRIN ditetapkan baru 2021 sebagai salah satu implementasi UU Ciptakerja,” ujar Said Didu lewat akun Twitter pribadinya, Selasa (4/1).

Kicauan ini pun dikomentari oleh warganet lainnya. Seperti @rustamaji yang secara satire menyebut bahwa akun BRIN tersebut keren.

“Artinya sudah diramal bakal ada BRIN sejak 2009  Dan followernya udah ngalahin kementrian sultan sekalipun,” tuturnya sembari menyindir jumlah pengikut akun BRIN yang mencapai 1,8 juta.

Sedangkan akun @CakYulius justru bertanya-tanya, akun siapa yang digunakan oleh BRIN tersebut.

“Diternak tepatnya,” sambar akun @zwirasakti.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya