Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo/Net

Politik

Demokrat Tidak Ingin Peleburan Eijkman ke BRIN Justru Jadi Langkah Mundur


SENIN, 03 JANUARI 2022 | 09:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peleburan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) hingga ada ratusan pegawainya yang dipecat tanpa mendapatkan pesangon terus menuai kecaman sejumlah pihak.

Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo, menilai peleburan Eijkman ke BRIN sangat wajar apabila memicu respons beragam dari rakyat Indonesia.

Jika mengacu sejarah, Eijkman merupakan lembaga yang bergerak di bidang riset biologi molekular. Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19, peran lembaga Eijkman ini begitu strategis.


Menurut Sartono, masalah utama akibat peleburan Eijkman ke BRIN itu setidaknya ada dua hal. Pertama, masalah sumber daya manusia (SDM). Kedua, persoalan quality control.

"Kesan menyingkirkan para peneliti dan ilmuwan yang kompeten ini harus dijawab dengan baik oleh pihak BRIN," tegasnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/1).

Hal tersebut, kata Sartono, tentu tidak akan menjadi polemik berkepanjangan apabila kualitas kontrolnya bisa dipertanggungjawabkan. Terlebih lagi, struktur organisasi dari BRIN ini sejak awal tidak bisa dipisahkan dari partai politik tertentu.

"Peleburan ini tidak boleh mendegradasi independensi dan kepakaran para peneliti di LBM Eijkman. LBM Eijkman ini punya gengsi tersendiri di dunia internasional. Jangan sampai proses peleburan ini justru menghadirkan kemunduran," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya