Berita

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi/Ist

Presisi

Ekonomi Merosot Selama Pandemi Covid-19, Kasus Penipuan di Kediri Mendominasi

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 01:55 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polres Kediri Kota merilis data gangguan Kamtibmas atau kriminalitas sepanjang tahun 2021. Berdasarkan catatan Polres Kediri Kota, telah terjadi 209 kasus dengan penyelesaian sebanyak 179 kasus pada 2020. Kemudian pada 2021 terjadi 213 kasus dengan penyelesaian kasus sebanyak 155 kasus.

Apabila dibandingkan dengan tahun 2020 maka terjadi kenaikan kasus sebanyak 4 Kasus atau 0,5 persen dan untuk penyelesaian kasus terjadi penurunan sebanyak 24 kasus atau 13,4 persen.

Polres Kediri Kota menganalisis, terjadinya peningkatan kasus pada 2021 terutama dalam kasus penipuan. Hal ini dipicu kondisi ekonomi masyarakat yang menurun sebagai dampak pandemi Covid 19, demi untuk memenuhi kebutuhan.


Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi mengatakan, beberapa kasus yang terjadi pada tahun 2021, sebagian sudah tertangani dan selesai. Selebihnya ada beberapa kasus yang proses hukumnya masih terus berjalan.

"Pada tahun depan, kepolisian khususnya Polres Kediri Kota akan lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Sehingga bisa menekan terjadinya tindakan kriminalitas di Kota Kediri. Untuk tahun 2021, sudah tertangani semua, dan ada beberapa kasus yang proses hukumnya masih berjalan," kata Wahyudi kepada Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (30/12).

Sementara itu, data kecelakaan dan pelanggaran, serta kasus kecelakaan lalu lintas, pada tahun 2020 telah terjadi 420 kasus Laka Lantas yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia sebanyak 53 Orang. Kemudian luka berat 2 orang dan 532 orang luka ringan.

Sementara pada tahun 2021 telah terjadi 411 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia 57 orang. Luka berat 8 orang, luka ringan 547 orang.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya