Berita

As'ad Ali/Net

Politik

Persaingan Mengeras, KH As'ad Said Ali Kuda Hitam Ketum NU

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf menjadi yang paling berpeluang melanjutkan tonggak kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) setelah dua periode dipimpin KH Said Aqil Siroj.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat membedah kontestasi pemilihan ketua umum PBNU jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung yang akan digelar 23-24 Desember.

"Kalau dilihat kecendurangan rata-rata saat ini, terhadap Gus Yahya menguat kan," ujar Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/12).


Dikatakan Adi, memang Said Aqil sebagai petahana punya banyak keuntungan. Tetapi, tantangannya selain dari Gus Yahya, dia harus bersaing dengan calon ketiga yaitu KH As'ad Said Ali.

"Dukungan Kiai Said pun juga kuat, tetapi dukungan untuk Kiai As'ad belum terlihat sejauh ini," terangnya.

Masih kata Adi, di tengah dinamika Said Aqil dan Gus Yahya sebagai unggulan, nama mantan Wakil Badan Intelijen Negara (Wakabin) As'ad Ali bisa menjadi alternatif yang mengakomodasi irisan kelompok pendukung Kiai Said Aqil dan Gus Yahya.

"Nah Kiai As'ad ini bisa jadi kuda hitam, kalau ada dua kubu yang mengeras cenderung biasanya publik akan memalingkan wajahnya ke satu sosok yang dianggap sebagai jalan tengah," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya