Berita

Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus/Net

Dunia

500 Juta Orang Jatuh Miskin Selama Pandemi, Bencana Ekonomi Terbesar Sejak 1930

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 17:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Selain kesehatan, sektor ekonomi menjadi sektor lain yang paling terpengaruh sejak pandemi Covid-19 terjadi.

Bahkan, laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia dan Bank Dunia yang dirilis pada Minggu (12/12) menyebutkan bahwa pandemi telah mendorong lebih dari setengah miliar orang ke dalam kemiskinan ekstrem, sebuah bencana ekonomi terburuk sejak 1930-an.

Temuan tersebut terkandung dalam dua laporan yang diterbitkan pada Hari Cakupan Kesehatan Universal, yang menggambarkan dampak bencana Covid-19 pada kemampuan orang untuk mendapatkan dan membayar perawatan kesehatan.


"Pandemi memicu krisis ekonomi terburuk sejak 1930-an, sehingga semakin sulit bagi orang untuk membayar perawatan," kata WHO, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (13/12).

Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus mendesak seluruh pemerintahan untuk segera melanjutkan dan mempercepat upaya untuk memastikan setiap warganya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa takut akan konsekuensi finansial.

"Ini berarti memperkuat pengeluaran publik untuk kesehatan dan dukungan sosial dan meningkatkan fokus mereka pada sistem perawatan kesehatan primer yang dapat memberikan perawatan penting di dekat rumah," katanya.

Laporan WHO dan Bank Dunia yang baru memperingatkan bahwa kesulitan keuangan kemungkinan akan menjadi lebih parah karena kemiskinan meningkat, pendapatan turun, dan pemerintah menghadapi kendala fiskal yang lebih ketat.

"Bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda, hampir 1 miliar orang menghabiskan lebih dari 10 persen anggaran rumah tangga mereka untuk kesehatan," kata Juan Pablo Uribe, direktur kesehatan, nutrisi, dan populasi Bank Dunia.

"Ini tidak dapat diterima, terutama karena orang-orang termiskin paling terpukul. Dalam ruang fiskal yang terbatas, pemerintah harus membuat pilihan sulit untuk melindungi dan meningkatkan anggaran kesehatan," katanya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya