Berita

Wakil Menteri Keuangan Wally Adeyemo /Net

Dunia

Peringati Hari HAM, AS Keluarkan Sanksi terhadap Pejabat di 9 Negara

SABTU, 11 DESEMBER 2021 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

AS mengumumkan sanksi keuangan dan pembatasan pada Jumat (10/12) terhadap pejabat dan mantan pejabat pemerintah di sembilan negara bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional.

Tindakan yang diumumkan oleh Departemen Keuangan juga termasuk pembatasan investasi pada perusahaan China yang terhubung dengan operasi pengawasan massal pemerintah di China. Sanksi tersebut dimaksudkan untuk membekukan orang dan entitas yang ditargetkan keluar dari sistem keuangan global.

“Pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional, Departemen Keuangan mengungkap dan meminta pertanggungjawaban pelaku pelanggaran hak asasi manusia yang serius,” kata Wakil Menteri Keuangan Wally Adeyemo saat mengumumkan sanksi tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/12).


Langkah-langkah tersebut termasuk larangan perjalanan ke AS untuk dua pejabat pemerintah China yang telah terlibat dengan penindasan terhadap Uyghur dan minoritas lainnya di wilayah Xinjiang barat.

AS juga memasukkan startup China 'SenseTime' ke daftar "perusahaan kompleks industri militer China", menuduhnya mengembangkan program pengenalan wajah yang dapat menentukan etnis target, dengan fokus khusus pada identifikasi etnis Uighur.

Serangkaian sanksi terbaru ini juga mencakup tindakan terhadap pejabat di Bangladesh yang terlibat dengan Batalyon Aksi Cepat anti-narkoba negara itu. Gugus tugas yang didirikan pada 2004 itu dituduh terlibat dalam 600 penghilangan dan hampir 600 pembunuhan di luar proses hukum. Departemen AS menemukan bukti-bukti yang menunjukkan gugus tugas itu telah menargetkan anggota partai oposisi, jurnalis dan aktivis hak asasi manusia.

Sanksi tersebut juga mencakup tindakan terhadap pejabat dan entitas di Rusia dan Korea Utara yang berpartisipasi dalam kekerasan terhadap para buruh migran.

Empat pejabat di Myanmar dan beberapa entitasnya juga masuk dalam sanksi AS,  yang terbaru sejak militer menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis pada 1 Februari, diikuti oleh tindakan keras terhadap oposisi di bulan-bulan sejak itu.

Mantan gubernur negara bagian Puebla yang ditangkap atas tuduhan penyiksaan pada Februari lalu, Mario Plutarco Marin Torres, termasuk yang disebutkan dalam pengumuman hari Jumat itu. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya