Berita

Menteri Kesehatan Australia Brendan Murphy/Net

Dunia

Masih Perlu Pengujian, Menkes Australia Minta Warga Tidak Panik Sikapi Varian Omicron

JUMAT, 10 DESEMBER 2021 | 14:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Kesehatan Australia Brendan Murphy meminta agar warga tidak terlalu panik menyikapi munculnya varian Covid-19 Omicron.

Dalam sebuah pernyataan Murphy mengatakan informasi dari Afrika Selatan menunjukkan tidak ada tingkat rawat inap yang tinggi atau penyakit serius akibat varian yang telah menyebar di banyak negara itu.

"Kami masih mempelajari varian Omicron," katanya, seperti dikutip dari 9News, Jumat (10/12).


"Kami tidak tahu bagaimana itu akan menyebar di Australia, tetapi kami tahu itu ada di sini, dan kemungkinan akan menyebar," ujarnya.

Murphy mengatakan yang diperlukan saat ini adalah penelitian yang mendalam atas varian tersebut, seraya menyerukan suntikan booster sebagai pencegahan.

"Kita tidak perlu panik, kita hanya perlu mempelajarinya lebih dalam, dan yang terpenting, pastikan kita mendapatkan booster," Profesor Murphy.

"Apa yang telah kita lihat di seluruh negeri ini sekarang adalah tingkat rawat inap yang sangat rendah dan penyakit parah pada populasi yang divaksinasi," ujarnya.

"Covid ringan sangat berbeda dengan Covid serius," kata dia lagi.

Sejauh ini, kasus Omicron telah muncul di New South Wales, Queensland dan Victoria.

Sementara Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintah bersedia untuk membuka kembali perbatasannya pada 15 Desember.

Dia mengatakan "jeda" dalam perjalanan memungkinkan pemahaman yang lebih besar tentang varian Omicron.

"Kami masih menerima saran untuk itu," katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya