Berita

Anggota tentara Azerbaijan memegang bendera nasional Azerbaijan di ketinggian dominan dekat desa Talysh, Azerbaijan/Net

Dunia

1.900 Mayat Korban Perang Nagorno Karabakh dikembalikan ke Azerbaijan dan Armenia

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 12:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang panjang antara Azerbaijan dan Armenia telah berakhir pada tahun lalu, tetapi sampai saat ini aparat masih terus melakukan pencarian terhadap orang hilang atau korban yang tidak diketahui keberadaannya.

Penjaga perdamaian pada Rabu mengungkapkan mereka telah menemukan 1.900 mayat korban perang selama pencarian yang dilakukan betbulan-bulan.
"Lebih dari 1.900 mayat dari mereka yang tewas dalam eskalasi terakhir konflik di Nagorno-Karabakh telah diserahkan ke Armenia dan Azerbaijan" ujar pernyataan dari penjaga perdamaian, seperti dikutip dari TASS, Kamis (9/12).

wakil komandan Distrik Militer Selatan Rusia, Rustam Muradov, mengatakan kepada TASS bahwa hingga saat ini operasi masih terus dilakukan dan diperkirakan masih banyak korban lainnya.

wakil komandan Distrik Militer Selatan Rusia, Rustam Muradov, mengatakan kepada TASS bahwa hingga saat ini operasi masih terus dilakukan dan diperkirakan masih banyak korban lainnya.

Selain memulangkan 1.900 mayat itu kepada kedua belah pihak untuk dimakamkan oleh keluarganya masing-masing, para penjaga perdamaian juga memulangkan lebih dari 100 tentara di kedua belah pihak.

Pemulangan tersebut merupakan bagian dari perjanjian dalam gencatan senjata.

Azerbaijan dan Armenia terlibat dalam perang panjang selama bertahun-tahun. Bentrokan terbaru antara dua musuh bebuyutan itu terjadi pada 27 September 2020 lalu, dengan pertempuran sengit berkecamuk di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Pada 9 November 2020, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menandatangani pernyataan bersama tentang gencatan senjata lengkap di Nagorno-Karabakh.

Sesuai dokumen, pihak Azerbaijan dan Armenia berhenti di posisi yang telah mereka pegang dan pasukan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan di sepanjang garis pertempuran di Nagorno-Karabakh dan di sepanjang koridor Lachin yang menghubungkan Armenia dengan daerah kantong itu untuk melakukan kontrol terhadap ketaatan gencatan senjata.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya