Berita

Edward Shames/Net

Dunia

Prajurit Terakhir dari Easy Company Edward Shames Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun

SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika telah kehilangan sosok perwira terakhir dari resimen infanteri parasut Perang Dunia II 'Easy Company'.

Kisah perjuangan pasukan Easy Company itu sendiri telah mengilhami lahirnya miniseri HBO dan buku 'Band of Brother' yang populer.

Perwira terakhir itu, Kolonel Edward Shames, meninggal dunia pada Jumat (3/12). Sebuah obituari yang diposting oleh Holomon-Brown Funeral Home & Crematory mengatakan Shames, meninggal dengan tenang di rumahnya di Norfolk, Virginia, dalam usia 99 tahun, seperti dilaporkan Mirror.


Kabar duka itu sendiri baru dilaporkan keluarganya pada Sabtu (4/12).

Edward meninggalkan dua putra, 4 cucu, dan 12 cicit.

Ia merupakan salah satu tentara pertama yang menyerbu gedung Sarang Elang Hitler, dan anggota Resimen Infanteri Parasut ke-506 Militer AS , Divisi Lintas Udara ke-100, selama pertempuran.

Di dalam obituarinya, tertulis;

"Dia dipromosikan menjadi Sersan Operasi dan sebelum pasukan terjun payung melakukan lompatan mereka pada D-Day, Kol Shames membangun meja pasir unit udara yang digunakan dalam merencanakan penerjunan ke Normandia, Prancis."

Kisah Easy Company kemudian diabadikan dalam Miniseri HBO "Band of Brothers," berdasarkan buku terlaris The New York Times oleh Stephen E. Ambrose.

"Shames mendapatkan reputasi sebagai prajurit yang keras kepala dan sangat blak-blakan. Di Jerman, dia adalah anggota pertama dari 101 yang memasuki kamp konsentrasi Dachau, hanya beberapa hari setelah pembebasannya," tulis obituarinya.

Shames lahir pada 13 Juni 1922, di Norfolk, Virginia, dari orang tua imigran Rusia-Yahudi, yang juga lahir di Latvia. Mereka telah beremigrasi ke AS sekitar tahun 1904, diyakini.

Dan Shames, anak bungsu dari lima bersaudara, menikah pada usia 18 tahun di Virginia. Dia bercerai dan menikah lagi dengan seorang wanita bernama Ida Aframe pada tahun 1946.

Setelah perang, Shames bekerja sebagai ahli urusan Timur Tengah di Badan Keamanan Nasional. Dia kemudian bertugas di Divisi Cadangan Angkatan Darat AS dan pensiun sebagai kolonel.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya