Berita

ILustrasi/Net

Dunia

Australia Tunda Buka Perbatasan Hingga 15 Desember karena Lonjakan Kasus, China Ingatkan Siswanya Waspada Covid-19

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah Australia menunda rencana pembukaan kembali perbatasannya selama dua pekan menyusul meningkatnya kasus-kasus baru Covid-19, Kedutaan Besar China di Canberra juga ikut memperingatkan siswa asal negaranya agar menjaga kesehatan dan keselamatan di negara tersebut.

Sebelumnya pada Senin (29/11) pemerintah Australia memutuskan untuk menghentikan langkah pembukaan kembali negara itu termasuk bagi kelompok pelajar internasional, pekerja kemanusiaan, pekerja liburan, dan pemegang visa keluarga sementara, mulai 1 hingga 15 Desember.

Siswa internasional yang telah disuntik penuh dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm, yang disetujui oleh Administrasi Australia, dapat masuk ke negara itu mulai 15 Desember.


Kedutaan Besar China dalam pengumuman yang dikeluarkan pada Selasa (30/11) menyarankan agar para pelajar memilih waktu dan rute penerbangan ke Australia.

"Mahasiswa dapat melanjutkan untuk mengambil kursus online dan bentuk studi lainnya sesuai dengan peraturan universitas," kata pengumuman tersebut, seperti dikutip dari Global Times.

Baru-baru ini, lebih dari 100 kasus baru telah dilaporkan setiap hari di negara bagian New South Wales, sementara di Victoria, jumlah harian telah mencapai lebih dari 1.000 kasus baru. Selain itu ada juga temuan lima kasus varian Omicron di negara itu.

Sebelumnya Australia berencana untuk membuka kembali perbatasannya setelah memvaksinasi 86,8 persen dari populasi yang memenuhi syarat.

Rencana pembukaan perbatasan tersebut menarik keprihatinan dari Chen Hong, profesor dan Direktur Pusat Studi Australia di Universitas Normal China Timur.

"Vaksin bukanlah peluru perak untuk menghindari infeksi meskipun faktanya tingkat vaksinasi di Australia telah meningkat," kata Chen.

Chen khawatir pembukaan kembali perbatasan dan pelonggaran pembatasan anti-pandemi di beberapa negara bagian Australia akan menyebabkan gelombang kasus lain, terutama dengan kedatangan varian Omicron.

Chen menunjukkan bahwa pembukaan kembali perbatasan dan langkah-langkah anti-pandemi yang dilonggarkan di negara itu didorong oleh kepentingan ekonomi tanpa mempertimbangkan potensi ancaman yang mungkin ditimbulkannya.

"Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengambil kebijakan sebagai alat tawar-menawar untuk meningkatkan profilnya untuk pemilihan federal tahun depan yang tidak bertanggung jawab," kritik Chen.

Selain menyoroti masalah kesehatan, Kedutaan China juga mengingatkan bahwa saat ini masih ada pernyataan bermusuhan dan tindakan agresif terhadap mahasiswa China di Australia.

"Sejak Canberra telah meracuni hubungan China-Australia, sentimen anti-China telah disesatkan oleh media lokal," kata Chen.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya