Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kiri) dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbicara kepada awak media di Riga, Latvia/Net

Dunia

AS dan NATO Kembali Peringatkan Rusia Agar Mundur dari Perbatasan Ukraina atau Bakal Kena Sanksi Ekonomi yang Lebih Sadis

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 06:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Washington telah melihat banyak bukti bahwa Rusia merencanakan invasi ke Ukraina. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya pada Rabu (1/12) mengatakan, Moskow mengumpulkan puluhan ribu pasukan tempur tambahan di dekat perbatasan Ukraina.

Ia pun mendesak Rusia agar segera mundur dan mengancam akan memberikan sanksi ekonomi yang lebih menyakitkan dari sebelumnya.

“Kami sangat prihatin dengan bukti bahwa Rusia telah membuat rencana untuk tindakan agresif yang signifikan terhadap Ukraina, rencana tersebut mencakup upaya untuk mengacaukan Ukraina dari dalam serta operasi militer skala besar,” ujar Blinken, dalam pertemuan para menteri luar negeri NATO di ibu kota Latvia, Riga.


Ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti apakah Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk menyerang. Namun, ia tahu bahwa Putin memiliki kapasitas tersebut dan bisa saja menyerang dalam waktu dekat.

Jika Moskow tidak segera menarik mundur pasukannya dan menyelesaikan konflik dengan diplomasi, maka "akan ada konsekuensi jangka panjang bagi Moskow," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters.

Blinken menyebut bahwa pihak AS telah menyampaikan kepada Kremlin mengenai 'peringatan keras' itu.

Komentar Blinken muncul setelah Ukraina mengungkapkan bahwa ada penumpukan pasukan baru Rusia di sekitar perbatasan Ukraina yang memicu gesekan. Bukan tidak mungkin akan terjadi pertempuran yang jauh lebih besar dari yang sudah-sudah.

Rusia, yang merebut Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis yang memerangi Kiev, membantah keras pihaknya merencanakan serangan dan menyalahkan NATO karena memicu ketegangan.

NATO, melalui Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg telah memberi peringatan kepada Kremlin bahwa setiap agresi Rusia di masa depan terhadap Ukraina akan menimbulkan konsekuensi politik dan ekonomi yang serius.

Berbicara di acara yang sama dengan Blinken di Riga, Stoltenberg mengatakan bahwa NATO memiliki banyak cara untuk menghalangi Rusia dan menghukumnya dengan banyak sanksi.

"Dukungan NATO untuk integritas teritorial Ukraina tetap tak tergoyahkan, Kiev adalah mitra dekat dan sangat dihargai," katanya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya