Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Sumsel periode 2021-2016, Cik Ujang/Ist

Politik

Pesimistis Demokrat Sumsel Maju di Bawah Pimpinan Cik Ujang, Pengamat: Modal Sosial dan Politiknya Belum Standar

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 11:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Terpilihnya Bupati Lahat, Cik Ujang, secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2021-2026 dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Sumsel, di The Exelton Palembang, Selasa (30/11), disambut pesimistis oleh sebagian publik.

Menurut penilaian pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes), Bagindo Togar, kiprah Cik Ujang dalam kancah perpolitikan di Sumsel belum matang. Sehingga ia pesimistis Partai Demokrat Sumsel akan lebih eksis dari pencapaian kepengurusan sebelumnya.

"Mencermati terpilihnya saudara Cik Ujang sebagai Ketua Partai Demokrat Sumsel dalam Musda kali ini, maaf, saya pesimis. Bila mengacu dari levelitas kader, karier politik, komitmen organisatoris maupun pengalaman, plus dalam network strategis dengan kekuatan dan partai politik lain," ujar Bagindo Togar saat dihubungi Kantor Berita RMOLSumsel, Selasa (30/11).


Bagindo menambahkan, capaian hasil pemilihan kepala daerah serta pemilihan legislatif dalam pemilu mendatang akan menjadi indikator keberhasilan Cik Ujang memimpin Partai Demokrat Sumsel.

Mantan Ketua IKA FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri) ini mengingatkan, jumlah kursi Demokrat di DPRD Sumsel terus menurun sejak Pemilu 2009, 2014, dan 2019.

Mulai dari 13 kursi pada 2009, turun 11 kursi pada 2014, dan saat ini hanya 9 kursi. Begitu juga hasil Pilkada, walau diniliai tak separah daerah lain di Indonesia.

"Realitas hasil dukungan politik publik di tahun-tahun sebelumnya, agar jadi referensi juga pelajaran penting bagi Partai Demokrat Sumsel. Muncul pertanyaan besar dengan terpilihnya beliau ini, apa alasan yang paling mendasar dan prinsip memilih Cik Ujang?" jelasnya.

Kemudian, urai Togar, permasalahan terkait sertifikasi pendidikan yang dimiliki Cik Ujang yang menimbulkan keraguan publik bakal menjadi masalah tersendiri. Apalagi, soal pendidikan ini dinilai sangat penting dimiliki ketua partai sebagai modal intelektual yang dimiliki tokoh partai.

"Tentu saja hal itu bakal diusik terus, intelektual itu sangat penting yang harus dimiliki ketua partai. Nah, dalam hal ini kok Partai Demokrat enggak peka. Kalau saya menilainya modal sosial dan politiknya belum standar, beliau masih baru, bahkan menjadi kepala daerah saja belum satu periode," paparnya.

"Sementara dalam partai politik itu dibutuhkan sosok politisi yang memiliki daya experience dan skill politik teruji, kwalitas dan juga legalitas intelektual qualified," tambahnya.

Kendati demikian, Bagindo menilai masih ada solusi yang bisa dilakukan Cik Ujang ke depan. Ada tiga poin yang harus dilakukan Cik Ujang untuk mengangkat performa Partai Demokrat ke depan.

Di antaranya membangun tim atau kepengurusan yang solid dan militan yang punya pengalaman dan loyalitas yang memiliki team work dan network.

Ditambah, kemampuan berkolaborasi antarelite dan cakap dalam berkomunikasi politik terhadap publik, simapatisan, kader, maupun fungsionaris partai sampai ke lapisan terbawah.

"Intinya ke depan, beliau harus menerapkan prinsip team work juga kolaborasi dalam mengelola manajemen organisasi partai. Bila tidak, wajar kejayaan atau kebangkitan Partai Demokrat Sumsel sulit diperoleh kembali seperti di periode- periode sebelumnya. Nah, kita lihat ke depan apakah PD masih Pede, kurang Pede, atau makin Pede," tandasnya. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya