Berita

Inspektur Jenderal Kemenag, Deni Suardini/RMOL

Politik

Gus Menteri Yaqut Berkomitmen Wujudkan Tuntutan Masyarakat Agar Kemenag Bebas dari KKN

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 19:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut sebagai Menteri Agama memiliki komitmen kuat menciptakan kelembagaan yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kemenag, Deni Suardini, pada acara Webinar Pengendalian Gratifikasi bertajuk "Mencabut Akar Korupsi" yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui virtual, Selasa sore (30/11).

"Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Gus Yaqut inspiratif dan cepat tanggap menyikapi semua perubahan yang penuh ketidakpastian dan juga penuh keberagaman," ujar Deni seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa sore (30/11).


Gus Yaqut kata Deni, memberikan komitmen yang kuat untuk mewujudkan tuntutan masyarakat. Yaitu, Kemenag yang betul-betul dinamis, kepemerintahan yang baik, bebas dari KKN serta good governance and clean government.

"Nah ini sangat diwujudkan oleh beliau dalam visi dan misinya," katanya.

Satu hal yang juga diutamakana Yaqut, diterangkan Deni, adalah visi mewujudkan Kemenag yang profesional dan handal dalam membangun masyarakat yang sholeh, moderat, cerdas dan unggul.

"Tujuannya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, berkepribadian berdasarkan gotong royong," jelasnya.

Deni menyebut, penentuan pencabutan akar korupsi dalam bentuk gratifikasi bisa terwujud tergantung tiga pilar. Yaitu, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

"Jadi semua harus bersinergi, berkolaborasi secara proaktif untuk mencabut akar korupsi yang namanya gratifikasi tersebut," tuturnya.

Dalam acara Webinar ini diawali dan dibuka langsung oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dan dihadiri oleh narasumber yaitu Wamenkumham Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Inspektur Provinsi Sumatera Utara Lasro Marbun, dan Junior Manager Pengamanan Pengawalan Kereta PT Kereta Commuter Indonesia Wahyu Listyantara.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya