Berita

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Cak Imin Ingatkan Radikalisme, Ekstremisme dan Sekularisme Ancaman Serius Bangsa Indonesia

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 16:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Radikalisme, ekstremisme, dan sekularisme menjadi ancaman serius bangsa Indonesia. Tiga ancaman tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat lantaran dianggap mampu memecah belah keutuhan dan persatuan.

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, tarikan ekstremisme dan radikalisme ini saat ini sangat fatal. Di tengah dua ancaman tersebut, ada pula ancaman sekularisme yang juga begitu dahsyat, namun sering kali tidak disadari oleh masyarakat.

Menurut Cak Imin, selain ekstremisme dan radikalisme memiliki fatalitas tinggi, sekularisme juga menjadi sesuatu yang perlu dilawan.


”Agama tidak menjadi inti dari kehidupan kita,” ujar Cak Imin saat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Dengan Maulid Nabi Kita Perkuat Ahlussunnah wal Jamaah dan Tingkatkan Kesejahteraan Ummat” yang digelar oleh Harakah Majelis Taklim, Minggu (28/11).

Ketua Umum PKB ini mengapresiasi tumbuhnya Harakah Majelis Taklim yang terus bersemangat menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Saya benar-benar ikut menyaksikan petumbuhan harakah majelis taklim. Bagaimana dinamika majelis-majelis taklim, khususnya di Jabodetabek yang tumbuh subur sejak sebelum dan hingga era Reformasi,” ujarnya.

Di era digital saat ini, kata Cak Imin, gerakan Majelis Taklim terus berkembang dan menjadikan media digital seperti grup WhatsApp, Facebook, maupun YouTube sebagai salah satu alternatif rujukan dan media dakwah sehingga semakin produktif dan tidak tergoyahkan berbagai isu yang berkembang di media digital.

Cak Imin mengaku gembira ada semangat baru untuk menghadapi perubahan sosial yang cepat. Sebab, sejak adanya gerakan Majelis Taklim ibu-ibu nyai, pengurus majelis taklim tidak tunggal dalam menerima informasi.

Media digital, kata Cak imin dijadikan salah satu bahan informasi sehingga akurat, tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai isu.

"Isu-isu dari ekstrem kanan dan ekstrem kiri yang dua-duanya sama-sama tidak membawa kemaslahatan sesuai tuntunan izzul Islam wal muslimin, baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan Harakah Majelis Taklim semakin membawa manfaat bagi agama, bangsa dan negara, terutama dalam menjaga pilar-pilar kebangsaan.

"Bagaimana caranya agar majelis taklim menjadi kekuatan yang mensejahterakan keluarga besar majelis-majelis di seluruh Indonesia,” demikian Cak Imin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya