Berita

Gerakan Kawan Erick di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin (15/11)/Repro

Politik

Gerakan Kawan Erick Minta KPK Segera Tangkap Harun Masiku dan Madam

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 22:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Buronan kasus suap PAW PDI Perjuangan KPU Sumsel, Harun Masiku, dan juga pihakerkait yang dilabeli madam diminat untuk segera ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Permintaan tersebut lahir dari sebuah gerakan yang mengatasnamakan diri sebagai Kawan Erick.

Koordinator Kawan Erick, Baby Herlina mengatakan, sejumlah anggotanya hadir di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Senin (15/11) dan diterima secara langsung oleh pihak lembaga antirasuah.


"Ketua KPK jangan tebang pilih kasus dan wajib yang namanya Harun Masiku serta Madam harus ditangkap," ujar Herlina dalam keterangannya, Senin (15/11).

Herlina menjelaskan, KPK tidak boleh ikut politik praktis dan dikendalikan oleh partai besar sementara disisi lain kasus korupsi dana bansos Covid-19 belum tuntas diselesaikan sesuai janji Ketua KPK serta Harun Masiku yang juga belum kunjung ditangkap.

"KPK harus fokus jangan ikuti pesanan partai politik tertentu yang punya agenda ke Pilpres 2024 dengan memanfaatkan kekuatan KPK menumbangkan lawan politik lainnya dengan isu mafia PCR," katanya.

Herlina menandaskan Kawan Erick akan melakukan konsolidasi bersama elemen anti korupsi agar Harun Masiku segera bisa ditangkap.

"Diharapkan Ketua KPK bisa fokus menuntaskan kasus korupsi dana bansos Covid-19 dimana madam sampai para elit politik lainnya hilang dalam dakwaan KPK. Sementara untuk isu mafia PCR tidak perlu ditindak lanjuti," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya