Berita

Prajurit Amerika Serikat/Net

Dunia

12 Ribu Prajurit Udara AS Terancam Dipecat Lantaran Anti-Vaksin

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 10:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekitar 12 ribu prajurit Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) terancam kehilangan pekerjaan mereka lantaran menolak untuk divaksinasi yang sudah diwajibkan sejak dua bulan lalu.

Sejak Agustus, Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa vaksinasi terhadap Covid-19 akan menjadi wajib bagi 1,3 juta orang yang bertugas aktif, jika tidak, prajurit akan dihukum.

Per awal Oktober, sekitar 60 ribu prajurit Angkatan Udara AS tidak mau divaksinasi. Sementara secara keseluruhan, sebanyak 97 persen dari semua prajurit AS telah menerima setidaknya satu suntikan, dan 87 persen telah divaksinasi penuh.


Bulan lalu, 94 persen Angkatan Udara telah divaksinasi, tetapi pertumbuhannya melambat dalam beberapa pekan terakhir, seperti dimuat Washington Post.

"Mereka yang gagal memenuhi tenggat waktu dapat dipecat atau didakwa oleh sistem peradilan militer, tetapi sanksi yang tepat belum diketahui," lapor Newsweek.

Pada 25 Agustus, Menteri Pertahanan Lloyd Austin memerintahkan semua personel militer untuk memvaksinasi virus corona dengan setidaknya satu dosis pada 2 November, tidak termasuk anggota Garda dan Cadangan Nasional yang sebaliknya diharuskan memberikan sertifikat vaksinasi pada 2 Desember.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya