Berita

Pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir Iran JCPOA/Net

Dunia

Lama Ditunda, Negosiasi Kesepakatan Nuklir Iran Dilanjutkan Akhir Bulan Depan

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 11:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Proses negoasiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plane of Action (JCPOA) akan dilanjutkan pada akhir November mendatang.

Kendati begitu, negosiator utama Iran Ali Bagheri Kani mengatakan tanggal pasti baru akan diumumkan pekan depan.

"Melakukan dialog yang sangat serius dan konstruktif tentang elemen penting untuk negosiasi yang sukses. Kami setuju untuk memulai negosiasi sebelum akhir November," kata Kani ketika bertemu dengan pejabat Uni Eropa di Brussel pada Rabu (26/10).


Proses negosiasi untuk menghidupkan JCPOA telah dimulai pada April di antara Teheran dan sisa enam penandatangan.

Negosiasi secara khusus difokuskan pada upaya untuk mengembalikan Amerika Serikat (AS) ke dalam kesepakatan setelah mantan Presiden Donald Trump meninggalkan JCPOA pada 2018.

Namun pembicaraan telah terhenti sejak pemilihan Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Juni, yang diperkirakan akan mengambil pendekatan keras jika pembicaraan dilanjutkan di Wina.

Setelah AS keluar dari kesepakatan, Iran mulai melanggar JCPOA dengan terus mengembangkan program nuklirnya.

Selama berbulan-bulan, kekuatan Barat telah mendesak Iran untuk kembali ke negosiasi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya