Berita

Amerika Serikat (AS) mengutuk kudeta militer di Sudan/Net

Dunia

Kutuk Kudeta Militer Sudan, AS Setop Aliran Dana Bantuan Senilai Rp 10 Triliun

SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 08:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengutuk kudeta dan penangkapan para pejabat sipil oleh militer Sudan. Sebagai tindakan lebih lanjut, Washington menghentikan pengiriman bantuan senilai 700 juta dolar AS atau hampir Rp 10 triliun ke Sudan.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menyebut kudeta militer telah menghentikan transisi Sudan untuk menjadi negara demokratis.

"Pemerintah transisi yang dipimpin sipil harus segera dipulihkan. Ini mewakili keinginan rakyat Sudan, sebagaimana dibuktikan oleh demonstrasi dukungan damai yang signifikan pada 21 Oktober," ujar Price, seperti dikutip Sputnik, Selasa (26/10).


"Tanggapan pertama AS adalah menghentikan sementara 700 juta dolar dalam bentuk bantuan darurat Dana Dukungan Ekonomi untuk Sudan. Dana itu dimaksudkan untuk mendukung transisi demokrasi negara itu," lanjut Price.

Kudeta militer di Sudan terjadi pada Senin (25/10). Tentara dilaporkan telah menangkap Perdana Menteri Abdalla Hamdok beserta para menteri kabinet dan tokoh politik.

Sebuah laporan menyebut Hamdok dijadikan tahanan rumah, sementara ada pihak yang menyebut perdana menteri dibawa ke lokasi yang dirahasiakan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya